Seorang wanita menggunakan kaca pembesar untuk melihat lumut selama tur mengamati lumut di hutan Kita-Yatsugatake dekat kota Sakuho, Jepang, 9 Juni 2018. Menggemari lumut menjadi tren yang berkembang beberapa tahun terakhir di Jepang. (BEHROUZ MEHRI/AFP)
Para wisatawan berjalan mengelilingi hutan Kita-Yatsugatake selama tur mengamati lumut di dekat kota Sakuho, Jepang, 9 Juni 2018. Mengamati lumut tengah menjadi tren di Jepang sebagai upaya rekreasi dan menenangkan pikiran. (BEHROUZ MEHRI/AFP)
Seorang pria mengambil gambar lumut selama tur mengamati lumut di hutan Kita-Yatsugatake dekat kota Sakuho, Jepang, 9 Juni 2018. Menggemari lumut menjadi tren yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir di Jepang. (BEHROUZ MEHRI/AFP)
Pemandu wisata menunjukan berbagai jenis lumut kepada wisatawan selama tur mengamati lumut di dekat kota Sakuho, Jepang, 9 Juni 2018. Mengamati lumut tengah menjadi tren di Jepang sebagai upaya rekreasi dan menenangkan pikiran. (BEHROUZ MEHRI/AFP)
Seorang turis mengambil gambar lumut selama mengikuti tur mengamati lumut di hutan Kita-Yatsugatake dekat kota Sakuho, Jepang, 9 Juni 2018. Menggemari lumut menjadi tren yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir di Jepang. (BEHROUZ MEHRI/AFP)
Hutan Kita-Yatsugatake yang diselubungi oleh berbagai jenis lumut di dekat kota Sakuho, Jepang, 9 Juni 2018. Kini sebuah hobi baru yaitu mengamati beraneka macam lumut selama berjam-jam tengah menjadi tren, terutama di Jepang. (BEHROUZ MEHRI/AFP)
Seorang wanita menggunakan kaca pembesar untuk melihat lumut selama tur mengamati lumut di hutan Kita-Yatsugatake dekat kota Sakuho, Jepang, 9 Juni 2018. Menggemari lumut menjadi tren yang berkembang beberapa tahun terakhir di Jepang. (BEHROUZ MEHRI/AFP)
Seorang turis menyentuh lumut selama mengikuti tur mengamati lumut di hutan Kita-Yatsugatake dekat kota Sakuho, Jepang, 9 Juni 2018. Menggemari lumut menjadi tren yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir di Jepang. (BEHROUZ MEHRI/AFP)