Piala Dunia 2018 Jadi yang Terbaik Sepanjang Sejarah

Catatan pendukung mengapa Piala Dunia 2018 bisa dibilang menjadi yang terbaik dalam sejarah.

oleh Ary WibowoDiterbitkan 18 Juli 2018, 00:00 WIB
Gelandang Timnas Prancis, N'Golo Kante, berpose dengan trofi Piala Dunia 2018. (FRANCK FIFE / AFP).

Jakarta - Piala Dunia telah berakhir dengan menggoreskan tinta emas bagi timnas Prancis yang menjadi juara setelah mengalahkan Kroasia pada partai puncak. Meski usai, banyak hal menarik yang patut disimak, satu di antaranya anggapan, Piala Dunia 2018 menjadi penyelenggaraan terbaik dalam sejarah turnamen tersebut. 

Mengapa demikian? Hal ini mengacu terhadap beberapa statistik yang terjadi sepanjang turnamen. Satu di antaranya adalah kemunculan "drama" dalam beberapa pertandingan. Belum lagi, melihat fungsi teknologi VAR yang beberapa kali menentukan jalannya pertandingan. 

Berikut ini adalah fakta-fakta menarik berdasar statistik yang membuat anggapan Piala Dunia 2018 menjadi penyelenggaraan hajat sepak bola terbaik sepanjang sejarah: 

Drama

Cristiano Ronaldo tampil impresif saat Portugal bermain imbang 3-3 melawan Spanyol pada laga perdana Grup B di Fischt Stadium, Sochi, Sabtu (16/6/2018) dini hari WIB. (AFP/JEWEL SAMAD)

Tidak seperti liga-liga besar sepak bola dunia, Piala Dunia tidak membutuhkan waktu lama untuk menghadirkan drama-drama yang amat seru untuk dinikmati para penikmat sepak bola.

Pada Piala Dunia 2018, drama itu pun muncul pada awal turnamen ketika Spanyol bermain 3-3 melawan Portugal pada babak penyisihan grup. Gol Cristiano Ronaldo dari eksekusi tendangan bebas pada menit-menit akhir, membuat Portugal sukses meraih satu poin atas skuat La Furia Roja.

Selain itu, pada pertandingan Uruguay melawan Mesir, gol penentu kemenangan pun tercipta pada menit ke-89, sedangkan dalam pertandingan Iran melawan Maroko gol kemenangan tercipta pada menit ke-95.

Total, ada tiga gol pada menit akhir yang berujung kemenangan bagi tim yang mencetak gol, sedangkan empat lainnya gol tercipta namun tim bersangkutan menelan kekalahan. Jumlah ini paling banyak tercipta daripada penyelenggaraan Piala Dunia sebelumnya.

Berikut statistik gol-gol yang tercipta pada menit ke-90 atau lebih

  • : 9 gol
  • Piala Dunia 2014: 4 gol
  • Piala Dunia 1998: 3 Gol
  • Piala Dunia 2006: 2 Gol
  • Piala Dunia 1962: 2 Gol
  • Piala Dunia 2010: 1 Gol
  • Piala Dunia 1990: 1 Gol
  • Piala Dunia 1970: 1 Gol

Kejutan

Penampilan Manuel Neuer mendapat nilai plus dari tim pelatih Timnas Jerman. (Bola.com / Reza Khomaini)

Sepak bola tanpa kejutan, ibarat sayur tanpa garam. Namun, kiranya kejutan itu pun sebaiknya tidak terlalu mencolok karena mampu menimbulkan kontroversi ke depan, atau bahkan membosankan. 

Lanjut Baca:

Misalnya, pada Piala Dunia 2002, ketika banyak tim-tim unggulan tersingkir ketika baru memasuki fase grup. Alhasil, sisa turnamen tersebut pun terasa hambar karena tim-tim unggulan sudah banyak yang gugur. Akan tetapi, di Piala Dunia 2018, kejutan terasa sangat “tepat”. Okelah, Jerman, yang berstatus sebagai juara bertahan tersingkir lebih dulu dari fase grup. Toh, “kutukan” juara bertahan pun tetap terjaga sehingga Piala Dunia bisa semakin seru ke depannya. Setelah itu, tim-tim unggulan lain tersingkir namun pada babak gugur. Mulai dari Spanyol yang ditekuk Rusia, Argentina, hingga Brasil yang dibuat tak berdaya saat menghadapi Belgia. Khusus bagi timnas Jerman, ada catatan menarik, ketika kiper mereka, Manuel Neuer, tercatat sebagai satu-satunya kiper yang mampu melakukan dua dribel sukses saat menghadapi Korea Selatan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya