Liputan6.com, New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Ban Ki-moon menganggap kematian pemimpin Libia Muammar Khadafi sebagai momen bersejarah bagi rakyat Libia.
Pada awal pidato yang disampaikannya pada panel tentang Global Sustainability di Markas Besar PBB, New York, Kamis (20/10), Ban mengatakan, "Anda semua telah melihat laporan (media) tentang kematian Kolonel Muammar Khadafi dan berakhirnya pertempuran di Sirte dan kota-kota lain. Tentunya hari ini merupakan transisi yang bersejarah bagi Libia".
"Dalam beberapa hari mendatang, kita akan menyaksikan perayaan, juga kesedihan bagi mereka yang kehilangan," tambahnya.
Menurut Ban, kematian Khadafi merupakan "akhir dari permulaan" karena jalan yang akan ditempuh rakyat Libia pada masa depan akan sukar dan penuh dengan tantangan.
Ban mengajak semua pihak di Libia untuk bersatu padu guna mewujudkan masa depan yang lebih baik melalui kesatuan nasional dan rekonsiliasi.
"(Sekarang) semua pihak harus meletakkan senjata dengan damai. Ini merupakan masa untuk penyembuhan dan membangun kembali, untuk semangat kemurahan hati, bukan untuk pembalasan dendam," ujarnya.
Di tengah persiapan yang dilakukan oleh pihak berwenang Libia untuk menyelenggarakan pemilihan umum serta berbagai rencana pembangunan menuju bangsa yang baru, Ban mengingatkan agar semua pihak dilibatkan.
"Semua warga Libia harus terwakili dalam pemerintah dan kepemimpinan. Harapan yang selalu disuarakan pada masa-masa revolusi dan konflik harus diwujudkan melalui kesempatan-kesempatan serta keadilan bagi semua," katanya.
Ban mengungkapkan ia pada Kamis telah berbicara dengan utusan khususnya untuk Libia, Ian Martin, yang tengah berada di ibu kota Libia, Tripoli.
"Misi PBB untuk Libia ada di lapangan dan siap membantu Libia dan rakyatnya dalam melangkah ke depan," kata Ban.
Khadafi dilaporkan tewas pada Kamis pagi waktu setempat di kota kelahirannya, Sirte, yang belakangan ini menjadi pertahanan terakhir Khadafi dalam menghadapi kepungan pasukan Dewan Peralihan Nasional Libia (NTC).
Khadafi dilaporkan tewas dalam serangan pasukan NTC pada hari yang sama.
Serangan ke Sirte itu juga dilaporkan menewaskan putera Khadafi, Mo'tassim Khadafi, dan mantan menteri pertahanan Abu Bakr Yunis Jabar. (ANT/MEL)
Pada awal pidato yang disampaikannya pada panel tentang Global Sustainability di Markas Besar PBB, New York, Kamis (20/10), Ban mengatakan, "Anda semua telah melihat laporan (media) tentang kematian Kolonel Muammar Khadafi dan berakhirnya pertempuran di Sirte dan kota-kota lain. Tentunya hari ini merupakan transisi yang bersejarah bagi Libia".
"Dalam beberapa hari mendatang, kita akan menyaksikan perayaan, juga kesedihan bagi mereka yang kehilangan," tambahnya.
Menurut Ban, kematian Khadafi merupakan "akhir dari permulaan" karena jalan yang akan ditempuh rakyat Libia pada masa depan akan sukar dan penuh dengan tantangan.
Ban mengajak semua pihak di Libia untuk bersatu padu guna mewujudkan masa depan yang lebih baik melalui kesatuan nasional dan rekonsiliasi.
"(Sekarang) semua pihak harus meletakkan senjata dengan damai. Ini merupakan masa untuk penyembuhan dan membangun kembali, untuk semangat kemurahan hati, bukan untuk pembalasan dendam," ujarnya.
Di tengah persiapan yang dilakukan oleh pihak berwenang Libia untuk menyelenggarakan pemilihan umum serta berbagai rencana pembangunan menuju bangsa yang baru, Ban mengingatkan agar semua pihak dilibatkan.
"Semua warga Libia harus terwakili dalam pemerintah dan kepemimpinan. Harapan yang selalu disuarakan pada masa-masa revolusi dan konflik harus diwujudkan melalui kesempatan-kesempatan serta keadilan bagi semua," katanya.
Ban mengungkapkan ia pada Kamis telah berbicara dengan utusan khususnya untuk Libia, Ian Martin, yang tengah berada di ibu kota Libia, Tripoli.
"Misi PBB untuk Libia ada di lapangan dan siap membantu Libia dan rakyatnya dalam melangkah ke depan," kata Ban.
Khadafi dilaporkan tewas pada Kamis pagi waktu setempat di kota kelahirannya, Sirte, yang belakangan ini menjadi pertahanan terakhir Khadafi dalam menghadapi kepungan pasukan Dewan Peralihan Nasional Libia (NTC).
Khadafi dilaporkan tewas dalam serangan pasukan NTC pada hari yang sama.
Serangan ke Sirte itu juga dilaporkan menewaskan putera Khadafi, Mo'tassim Khadafi, dan mantan menteri pertahanan Abu Bakr Yunis Jabar. (ANT/MEL)