Liputan6.com, Jakarta: Tepat sehari sebelum genap dua tahun masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, Presiden melakukan perombakan kabinet. Sejumlah wakil menteri ditambah dan beberapa menteri digeser. Ada pula perubahan kementerian dengan alasannya untuk percepatan kinerja pemerintah.
Namun pimpinan DPR punya pandangan berbeda soal dua tahun pemerintahan SBY-Boediono. Mulai dari minim prestasi dalam pencapaian ekonomi, masalah penegakan hukum, hingga carut marut politik.
Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, Kamis (20/10), mengatakan, menteri-menteri dibawah Presiden belum seirama. "Banyak menteri yang kedodoran," kata Priyo.
Sedangkan Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengatakan bahwa sebenarnya situasi makro ekonomi sudah baik. Namun hal ini tak tersentuh karena disibukan dengan pemberantasan korupsi. Sementara Saleh Husin, Sekretaris Fraksi Hanura di DPR, berharap disisa pemerintahannya SBY tak banyak lagi melakukan pencitraan.(IAN)
Namun pimpinan DPR punya pandangan berbeda soal dua tahun pemerintahan SBY-Boediono. Mulai dari minim prestasi dalam pencapaian ekonomi, masalah penegakan hukum, hingga carut marut politik.
Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, Kamis (20/10), mengatakan, menteri-menteri dibawah Presiden belum seirama. "Banyak menteri yang kedodoran," kata Priyo.
Sedangkan Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengatakan bahwa sebenarnya situasi makro ekonomi sudah baik. Namun hal ini tak tersentuh karena disibukan dengan pemberantasan korupsi. Sementara Saleh Husin, Sekretaris Fraksi Hanura di DPR, berharap disisa pemerintahannya SBY tak banyak lagi melakukan pencitraan.(IAN)