Liputan6.com, Tangerang: Terkait wacana reshuffle atau perombakan kabinet yang akan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap para menterinya, maka menteri yang mengalami gangguan kesehatan akan dipertimbangkan posisinya di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Misalnya, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar yang menderita penyakit jantung.
"Kalau ada menteri yang sedang berjalan, tetapi kondisi kesehatannya itu tidak memadai, atau menteri yang sedang memangku jabatan tetap tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, itu jadi pertimbangan presiden dalam menilai itu semua," ucap Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua kepada Liputan6.com saat ditemui di pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Provinsi Banten di sebuah hotel di Tangerang, Selasa (11/10).
Lebih lanjut Max menjelaskan, hal tersebut akan dilakukan Presiden SBY karena untuk tiga tahun ke depan adalah tahun-tahun yang sangat menentukan kinerja kepemimpinan Presiden SBY. "Karena kenapa, tiga tahun ke depan adalah saat yang sangat menentukan bagi Presiden SBY. Soal penilaian rakyat oleh presiden itu akan tercermin dalam apa yang akan dilakukan tiga tahun ke depan. Oleh karena itu orang akan respek dengan apa yang menjadi keputusan reshuffle itu," tuturnya.
Menteri Negara BUMN Mustafa Abu Bakar diduga akan masuk dalam salah satu jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II yang akan diganti oleh Presiden Yudhoyono. Salah satu alasan yang dikemukan mengenai penggantian Mustafa adalah masalah kesehatannya. Mustafa sempat dirawat di Singapura sejak 3 September hingga 21 September silam. Selama enam pekan ia menjalani pengobatan dan perawatan. Sakit yang diderita menteri asal Aceh ini berawal dari serangan jantung yang dialaminya sekitar dua bulan silam.(BJK/ANS)
"Kalau ada menteri yang sedang berjalan, tetapi kondisi kesehatannya itu tidak memadai, atau menteri yang sedang memangku jabatan tetap tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, itu jadi pertimbangan presiden dalam menilai itu semua," ucap Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua kepada Liputan6.com saat ditemui di pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Provinsi Banten di sebuah hotel di Tangerang, Selasa (11/10).
Lebih lanjut Max menjelaskan, hal tersebut akan dilakukan Presiden SBY karena untuk tiga tahun ke depan adalah tahun-tahun yang sangat menentukan kinerja kepemimpinan Presiden SBY. "Karena kenapa, tiga tahun ke depan adalah saat yang sangat menentukan bagi Presiden SBY. Soal penilaian rakyat oleh presiden itu akan tercermin dalam apa yang akan dilakukan tiga tahun ke depan. Oleh karena itu orang akan respek dengan apa yang menjadi keputusan reshuffle itu," tuturnya.
Menteri Negara BUMN Mustafa Abu Bakar diduga akan masuk dalam salah satu jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II yang akan diganti oleh Presiden Yudhoyono. Salah satu alasan yang dikemukan mengenai penggantian Mustafa adalah masalah kesehatannya. Mustafa sempat dirawat di Singapura sejak 3 September hingga 21 September silam. Selama enam pekan ia menjalani pengobatan dan perawatan. Sakit yang diderita menteri asal Aceh ini berawal dari serangan jantung yang dialaminya sekitar dua bulan silam.(BJK/ANS)