Liputan6.com, Jakarta: Seharusnya intelijen di Indonesia seperti tokoh di film James Bond yang bisa menangkap dan boleh menyadap orang-orang yang dicurigai sebagai penjahat dalam sebuah target operasi. Demikian dikatakan pengamat terorisme Universitas Indonesia (UI) Mardigu Wowiek Prasantyo di Jakarta, Rabu (28/9).
"Kalau saya pribadi pengennya komplit, pengennya intel Indonesia kaya James Bond, boleh nangkap, boleh nyadap. Dan kalau kita gak ada masalah dengan hidup kita, aturan itu gak nakutin bener," ucap Mardigu.
Mardigu menjelaskan, jika kewenangan tersebut dipakai oleh pemerintah yang berkuasa, maka ditakutkan kewenangan tersebut akan disalahgunakan aparat penegakan hukum. Maka, Mardigu juga mengusulkan, Badan Intelijen Negara (BIN) tidak berkoordinasi langsung kepada Presiden, melainkan berkoordinasi langsung kepada Parlemen.(BJK/SHA)
"Kalau saya pribadi pengennya komplit, pengennya intel Indonesia kaya James Bond, boleh nangkap, boleh nyadap. Dan kalau kita gak ada masalah dengan hidup kita, aturan itu gak nakutin bener," ucap Mardigu.
Mardigu menjelaskan, jika kewenangan tersebut dipakai oleh pemerintah yang berkuasa, maka ditakutkan kewenangan tersebut akan disalahgunakan aparat penegakan hukum. Maka, Mardigu juga mengusulkan, Badan Intelijen Negara (BIN) tidak berkoordinasi langsung kepada Presiden, melainkan berkoordinasi langsung kepada Parlemen.(BJK/SHA)