Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati Siap Beroperasi pada 8 Juni 2018

BIJB Kertajati Beroperasi 8 Juni 2018.

oleh Cahyu diperbarui 25 Mei 2018, 16:13 WIB
BIJB Kertajati Beroperasi 8 Juni 2018.

Liputan6.com, Majalengka Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan alias Aher, memastikan bahwa Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati akan resmi beroperasi untuk penerbangan komersial pada 8 Juni 2018. Hal ini ia sampaikan usai melakukan penerbangan bersejarah dari Bandara Husein Sastranegara ke BIJB Kertajati, Kamis (24/05/2018).

Aher bersama sang istri Netty Prasetiyani Heryawan, Sekretaris Daerah Jawa Barat (Jabar) Iwa Karniwa, dan rombongan FKPD Jabar menggunakan pesawat Garuda Indonesia jenis Airbus 320 dan tiba di BIJB pukul 17.00 WIB. Sementara itu, rombongan para Kuwu dari Majalengka menggunakan pesawat Batik Air.

"Alhamdulillah kami berangkat dari Husein Sastranegara kemudian di perjalanan juga lancar dan baru saja kami landing dengan sukses di sini (BIJB). Tentu Bandara ini akan jadi kebanggaan kita semua. Ini menandakan bahwa Bandara ini siap beroperasi nanti tanggal 8 Juni," ujar Aher, usai turun dari pesawat.

Ia mengatakan, walaupun bandara belum dibuka secara resmi, tetap tiket penerbangan dari BIJB ke Bandara Juanda Surabaya pada 8 Juni 2018 telah habis dipesan.

"Maskapai yang pertama kali akan mengudara tanggal 8 Juni adalah Citilink dan saya lihat di internet penjualan tiketnya sudah habis dipesan untuk ke Surabaya," ucapnya.

Maskapai lainnya saat ini juga tengah melakukan persiapan penerbangan di BIJB. Semua maskapai pun dipastikan siap melayani arus mudik tahun ini.

"Kalau mudik jelas akan bisa dipakai, yang jelas untuk apapun bisa selama kategori commercial flight. Seharusnya besok juga sudah bisa dimulai, tapi harus dengan persiapan maskapainya ya," kata Aher.

Direktur Utama BIJB, Virda Dimas Ekaputra, mengatakan bahwa pada musim mudik lebaran nanti, lima daerah dari dan ke Bandara Kertajati akan terlayani, yaitu Surabaya, Medan, Bali, Balikpapan dan Makassar.

Aher pun meyakini, bukan hanya mudik yang bisa terlayani melalui Bandara Kertajati, tetapi juga penerbangan Haji 2018 yang akan dimulai Juli mendatang.

"Insya Allah 15 Juli bandara ini bisa dipakai embarkasi haji. Selain haji, salah satu pariwisata baru di Indonesia yakni wisata umroh. Kita ketahui keberangkatan umroh itu dalam seharinya ada enam sampai tujuh ribu setiap hari dan itu seperempatnya dari Jawa Barat," ujar Aher.

 

 

 

Pacu perekonomian daerah

Hadirnya Bandara Kertajati tentu menjadi sejarah baru dunia kebandarudaraan di Jawa Barat. Sebagai provinsi terbesar dengan jumlah penduduk sampai 47 juta, kebutuhan sarana transportasi udara di wilayah Jabar sudah cukup mendesak. 

Keberadaan Bandara Kertajati yang memiliki luas 96 ribu meter persegi tentu akan sangat membantu memenuhi kebutuhan sarana transportasi Jabar yang selama ini hanya terpusat di Bandara Husein Sastranegara Bandung.  Terlebih lagi, Bandara Kertajati akan dilengkapi kawasan aerocity. Mengusung konsep aetropolis, kota bandara ini akan mengembangkan perekonomian di sekitarnya.

"Dengan hadirnya bandara semoga bisa betul-betul menjadi sebuah bandara yang bisa memberikan pelayanan kepada seluruh warga yang ingin ke Jawa Barat," ucap Aher.

Dirinya pun memastikan BIJB akan terintegrasi dengan pelabuhan Patimban di Subang. Jarak dari BIJB ke Patimban melalui jalan tol Cipali sejauh 40 Km.

"Dengan Patimban pasti harus terintegrasi ya lewat tol Cipali tentunya, nanti kan harus ada jalan tol baru ke Patimban dan akan dibangun," ujar Aher.

Untuk nama bandara sendiri saat ini masih belum ditentukan. Namun, jajaran Pemerintah Provinsi Jabar telah menyepakati nama yang akan diusulkan ke pemerintah pusat adalah Bandara Internasional Abdul Halim. Abdul Halim merupakan tokoh perjuangan asal Majalengka dan telah ditetapkan menjadi pahlawan nasional.

"Kalau dari kita nama Bandaranya Abdul Halim dan akan segera diusulkan ke pusat. Tadi juga saya sudah berbicara langsung dengan Presiden Jokowi," ucap Aher.

Sebelumnya, Jokowi juga telah melakukan historical flight dengan menggunakan pesawat Kepresidenan. Presiden Jokowi mendarat di BIJB pukul 09.30 WIB dan langsung disambut oleh Gubernur Aher, Bupati Majalengka Sutrisno, dan Direktur Utama BIJB Virda Dimas Eka Putra.

"Alhamdulillah tadi sudah kita saksikan pendaratan bersejarah ini. Ini pendaratan resmi yang pertama pesawat turun di BIJB setelah kemarin memang ada percobaan-percobaan yang telah dilakukan," kata Jokowi.

Dirinya berharap, kehadiran bandara tersebut mampu memberikan pelayanan kepada seluruh warga Jabar khususnya dan masyarakat Indonesia, serta dunia yang ingin berkunjung ke Jabar. Beroperasinya BIJB Kertajati juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi warga Majalengka dan Jabar keseluruhan.

Menurutnya, BIJB Kertajati merupakan proyek uji coba yang berhasil. Bandara yang menelan biaya sebesar Rp 2,1 Triliun dari APBD Pemrov Jabar, swasta, dibantu pemerintah pusat ini pun akan dijadikan percontohan di daerah lain dalam hal pembangunan dan pembiayaan.

"Ini adalah sebuah uji coba yang berhasil, yaitu kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan perusahaan swasta dalam pembangunan bandara ini. Model seperti ini akan kita kembangkan di daerah lain, sehingga percepatan pembangunan itu bisa betul-betul dirasakan masyarakat," ujar Jokowi.

Sekadar diketahui, PT BIJB yang dipercaya menjadi pelaksana pembangunan sisi darat bisa mengerjakan dengan target beroperasi pada 2018. Sementara itu, untuk infrastruktur pendukung lainnya yang dibangun Kementerian Perhubungan, seperti landasan pacu (runway), landasan gelinding (taxi way), tempat parkir pesawat (apron) berikut komponen lainnya, serta menara air traffic control (ATC) milik AirNav sudah 100 persen.

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, pun mengucapkan selamat atas beroperasinya Bandara Kertajati. Hadirnya bandara seluas 1.800 Hektare ini tentu bisa menambah atraktif penerbangan dari dan ke Jawa Barat.

"Selamat Jawa Barat memiliki Bandara terbesar kedua setelah (bandara) Soetta," ucap Budi.

 

 

(*)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya