Liputan6.com, Jakarta - Nama Bilal Rehman SH (33) di dunia seni peran Indonesia, memang masih semenjana. Namun, pengacara tampan yang juga pengusaha ini, pelan dan pasti mulai menancapkan jejaknya sebagai aktor.
Buktinya, tawaran kepada Bilal Rehman untuk berlakon di sejumlah sinetron terus mendatanginya. Baru-baru ini, lulusan termuda Fakultas Hukum Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 Jakarta (Untag) itu, mendapatkan tawaran.
Advertisement
Bilal Rehman diminta untuk berlakon dalan mini seri Karma, garapan rumah produksi film MPV Pictures yang tayang saban hari di salah satu stasiun televisi.
Dengan kemampuan akting yang baik, serta didukung fisiknya yang good looking, tampaknya tidak akan sulit bagi Bilal Rehman untuk mengorbitkan namanya dalam jajaran aktor pendatang baru di Tanah Air.
Tidak Mengecewakan
Sutradara Sridhar Jetty yang bertindak sebagai sutradara penyelia dalam mini seri Karma, menyatakan beberapa hal tentang Bilal. Dimatanya, Bilal hadir sebagai citra aktor macho, tampan, serta penggemar body builder yang rajin menggeluti olahraga tinju.
"Hadir seperti paket komplit. Dengan kemampuan akting yang tidak mengecewakan, dan tampang yang tampan, serta attitude yang baik," katanya di lokasi syuting mini seri Karma di Studio Persari, Ciganjur, Jagakarsa, Jaksel.
Hal senada dikemukakan Irwan Ibon, sutradara mini seri Karma yang men-direct Bilal secara langsung.
"Dia mau belajar, menyimak dan bekerja keras. Serta bekerjasama dengan pendukung mini seri ini lainnya," katanya ihwal keterlibatan Bilal dalam mini seri Karma Malam, Episode 81: Dinikahi Jin Ali.
Mirip dengan Aktor Bollywood
Robert Kei, selaku manajer Bilal bercerita bahwa sebagian sutradara yang pernah mengajaknya bekerjasama, mengatakan kamampuan akting dan fisik Bilal mirip dengan aktor Bollywood Salman Khan.
Dalam sesi syuting, membahas kemiripanmya itu, Bilal mengatakan,"Akting adalah proses yang sangat pribadi. Itu ada hubungannya dengan mengekspresikan kepribadian Anda sendiri, dan menemukan karakter yang Anda mainkan melalui pengalaman Anda sendiri. Jadi kita semua berbeda."
Mendapat pujian seperti itu, membuat pemilik merek dagang Bafar Industri (jamu dan kosmetik) di Jakarta-Surabaya, serta Bafar Cars Italiano itu berupaya mawas diri.
"Saya akan tetap high level awareness," katanya, mengutarakan motto hidupnya yang berarti, mawas diri tingkat tinggi.