Marsiono, mencari undur-undur atau yutuk di bibir Pantai Bocor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (05/5). Satu kilogram undur-undur dihargai Rp 30 ribu. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Marsiono, berpose memegang sebilah bambu untuk mencari undur-undur atau yutuk di bibir Pantai Bocor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (05/5). Aktivitas tersebut telah berjalan puluhan tahun. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Marsiono memegang sebilah bambu hasil tangkapan undur-undur atau yutuk di bibir Pantai Bocor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (05/5). Hasil tangkapannya dijual ke pedagang atau tempat pelelangan ikan. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Marsiono, mencari undur-undur atau yutuk di bibir Pantai Bocor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (05/5). Undur-undur merupakan makanan ringan khas Kebumen. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Marsiono, mencari undur-undur atau yutuk di bibir Pantai Bocor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (05/5). Menurut literatur undur-undur mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Binatang undur-undur atau yutuk hasil tangkapan Marsiono di bibir Pantai Bocor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (05/5). Satu kilogram undur-undur dihargai Rp 30 ribu. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Marsiono menunjukkan binatang undur-undur atau yutuk di bibir Pantai Bocor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (05/5). Binatang tersebut hidup di dalam pasir laut. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Peyek undur-undur atau yutuk yang dijual di kawasan wisata Pantai Bocor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (05/5). Aktivitas tersebut telah berjalan puluhan tahun. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Pedagang menunjukkan peyek undur-undur atau yutuk yang dijual di kawasan wisata Pantai Bocor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (05/5). Hasil tangkapannya dijual ke pedagang atau tempat pelelangan ikan. (Liputan6.com/Fery Pradolo)