Liputan6.com, Jakarta: Wakil Presiden Hamzah Haz mengharapkan pada masa mendatang hasil privatisasi sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tak digunakan untuk membayar utang luar negeri, melainkan sebagai modal untuk menggerakkan sektor riil. "Langkah ini harus dipersiapkan sebelumnya," ujar Hamzah seusai salat Jumat di Masjid At-Taqwa, Kapuk, Jakarta Utara, Jumat (24/5).
Menanggapi kemungkinan privatisasi hanya menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Hamzah menegaskan, justru sebaliknya privatisasi BUMN buat mengamankan APBN. "Justru privatisasi akan menguntungkan," ujar Hamzah yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ini.
Sebelumnya, Hamzah sempat menerima Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi dan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional Syafruddin Temenggung di kediamannya di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Menurut Laksamana, pertemuan tersebut membicarakan sejumlah masalah seperti privatisasi PT Indosat, PT Garuda Indonesia, Bank Internasional Indonesia, dan Bank Niaga.
Dalam kesempatan itu, Laksamana juga mengungkapkan target privatisasi untuk semester pertama yang sudah tercapai adalah privatisasi Indosat. Privatisasi ini terus dilakukan dalam rangka pemberantasan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Itulah sebabnya, langkah privatisasi semestinya mendapat dukungan.(ORS/Tri Ambarwatie dan Anto Susanto)
Menanggapi kemungkinan privatisasi hanya menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Hamzah menegaskan, justru sebaliknya privatisasi BUMN buat mengamankan APBN. "Justru privatisasi akan menguntungkan," ujar Hamzah yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ini.
Sebelumnya, Hamzah sempat menerima Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi dan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional Syafruddin Temenggung di kediamannya di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Menurut Laksamana, pertemuan tersebut membicarakan sejumlah masalah seperti privatisasi PT Indosat, PT Garuda Indonesia, Bank Internasional Indonesia, dan Bank Niaga.
Dalam kesempatan itu, Laksamana juga mengungkapkan target privatisasi untuk semester pertama yang sudah tercapai adalah privatisasi Indosat. Privatisasi ini terus dilakukan dalam rangka pemberantasan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Itulah sebabnya, langkah privatisasi semestinya mendapat dukungan.(ORS/Tri Ambarwatie dan Anto Susanto)