Biaya Terlalu Mahal, DPRD DKI Akan Bentuk Pansus LRT

DPRD DKI akan membentuk panitia khusus (pansus) terkait proyek kereta rel ringan atau light rail transit (LRT) fase II.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 16 April 2018, 16:21 WIB
Pekerja membawa spanduk proyek Light Rail Transit (LRT) Velodrome di kawasan Rawamangun, Jakarta, Rabu (22/6).Prioritas pembangunan dengan rute Kelapa Gading-Veledrome-Rawamangun. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - DPRD DKI akan membentuk panitia khusus (pansus) terkait proyek kereta rel ringan atau light rail transit (LRT) fase II.

"Memang ada beberapa kawan DPRD mengusulkan pansus LRT. Kenapa? Karena kan mau dibangun fase II. Kami lihat di fase I, LRT yang dibangun PT Jakpro kemahalanan," kata Wakil Ketua DPRD M. Taufik saat menemui Wagub Sandiaga di Balai Kota, Senin (16/4/2018).

Taufik mengatakan, DPRD mendapat laporan biaya pembangunan LRT DKI Jakarta lebih mahal dibandingkan dengan LRT Jabodebek yang digarap oleh PT Adhi Karya dan LRT Palembang yang dibangun PT Waskita Karya.

Menurut Taufik, biaya pembangunan LRT Jakpro lebih dari Rp 1 triliun untuk setiap kilometer, sedangkan LRT Jabodebek berkisar Rp 600 miliar.

"Saya kira perlu ada diskusi panjang karena Pemprov DKI akan memulai pembangunan fase II," katanya.

Target Selesai Juli

Pekerja memasang spanduk proyek Light Rail Transit (LRT) Velodrome di kawasan Rawamangun, Jakarta, Rabu (22/6). Dana tahap awal pembangunan LRT tersebut sekitar Rp 4,5 triliun. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sementara itu, Sandiaga menargetkan LRT dapat selesai Juli atau sebelum Asian Games 2018 terlaksana.

"Kami target ini harus beroperasi sebelum Asian Games kira-kira Juli kita akan mulai operasionalkan,” kata Sandi.

Seperti diketahui, proyek pembangunan LRT Jakarta Fase I oleh PT Jakpro terbentang sepanjang 5,8 kilometer dari Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur hingga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pembangunan tersebut menggunakan dana APBD DKI sebesar Rp 5,3 triliun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya