Liputan6.com, Jakarta: Pondok Pesantren (Ponpes) Umar bin Khatab (UBK) diduga memberikan ajaran Islam radikal. Menurut Pengamat Teroris Al Chaidar jaringan dan ponpes seperti Umar bin Khatab ternyata masih ada ratusan yang tersebar di Tanah Air.
Menurut Al Chaidar, sistem pengajaran di pondok pesantren berdiri secara otomatis dengan konsep khaidah aminah yang dikembangkan sejumlah tokoh Jamaah Islamiyah lama. Pondok pesantren kuat dengan tradisinya yang tertutup.
"Gerakan radikal ini justru menitik beratkan pada hal-hal seperti itu tentang jihad, imamah, khilafah, bendera islam. Pokoknya hal-hal yang sifatnya sangat sensitif," ujar Chaidar.
Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menyatakan, Usataz Abrori yang merupakan pemimpin Pondok Pesantren Umar bin Khatab merupakan mantan anggota Jamaah Anshorut Tauhid.
"Abrori kan ia masuk jaringan di Poso dan Palu. Dari dulu juga ada beberapa orang yang ada hubungan dengan pesanntren walaupun bukan pesantren keseluruhan," ujar Kepala BNPT Irjen pol (purn) Ansyaad Mbai.
Kemarin polisi menemukan 26 bom pipa di Pegunungan Wadu Pa'a di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Bom-bom ini ditenggarai bagian dari jaringan Ustaz Abrori. Sedangkan di kawasan Minggir, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, polisi menangkap dua orang terduga teroris. Dan hingga kini belum ada keterangan kepolisian soal penangkapan tersebut.(MEL)
Menurut Al Chaidar, sistem pengajaran di pondok pesantren berdiri secara otomatis dengan konsep khaidah aminah yang dikembangkan sejumlah tokoh Jamaah Islamiyah lama. Pondok pesantren kuat dengan tradisinya yang tertutup.
"Gerakan radikal ini justru menitik beratkan pada hal-hal seperti itu tentang jihad, imamah, khilafah, bendera islam. Pokoknya hal-hal yang sifatnya sangat sensitif," ujar Chaidar.
Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menyatakan, Usataz Abrori yang merupakan pemimpin Pondok Pesantren Umar bin Khatab merupakan mantan anggota Jamaah Anshorut Tauhid.
"Abrori kan ia masuk jaringan di Poso dan Palu. Dari dulu juga ada beberapa orang yang ada hubungan dengan pesanntren walaupun bukan pesantren keseluruhan," ujar Kepala BNPT Irjen pol (purn) Ansyaad Mbai.
Kemarin polisi menemukan 26 bom pipa di Pegunungan Wadu Pa'a di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Bom-bom ini ditenggarai bagian dari jaringan Ustaz Abrori. Sedangkan di kawasan Minggir, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, polisi menangkap dua orang terduga teroris. Dan hingga kini belum ada keterangan kepolisian soal penangkapan tersebut.(MEL)