Liputan6.com, London: Pemimpin partai buruh di Inggris, Ed Miliband, menyerukan agar dibuat kebijakan membatasi kepemilikan media dengan tingkat konsentrasi yang "berbahaya" dari tangan raja media, Rupert Murdoch. Murdoch dianggap punya kepemilikan saham dalam jumlah "tak sehat" yang bisa menggiring ke arah "penyalahgunaan", kata Miliband kepada koran Inggris, Observer.
David Miliband mengatakan bahwa situasi ini harusnya membuat orang menengok kembali keadaan dimana satu orang bisa menjadi pemilik 20 persen koran yang beredar di pasar, perusahaan penyiaran Sky serta stasiun televisi Sky News. Miliband mengatakan aturan kepemilikan media yang sekarang ada sudah ketinggalan zaman, seperti "aturan zaman analog untuk zaman digital."
Desakan itu muncul sebagai buntut dari dugaan berbagai praktek kotor oleh perusahaan media milik Murdoch, News International, dalam menjalankan usahanya. Koran milik kelompok Murdoch, News of the World, ditutup karena dituding melakukan penyadapan telepon ilegal dari sumber beritanya. Dengan penutupan itu News Corp masih memilik koran The Sun, The Times, The Sunday Times dan 39 persen saham dari perusahaan penyiaran BSkyB.
Sementara itu, Ahad (17/7) ini, News International kembali memasang iklan di koran-koran nasional Inggris untuk meyakinkan bahwa kelompok media itu akan "mengoreksi tindakan yang salah agar jadi benar". Di dalamnya disebutkan akan dibentuk manajemen independen serta komite standar agar medianya bisa mencegah terjadinya situasi yang sama di masa mendatang.
News International juga menyatakan menunjuk firma hukum Olswang untuk melakukan penyelidikan sementara seorang mantan hakim pada pengadilan tinggi di Inggris ditunjuk menjadi pengawas penghitungan pemberian kompensasi terhadap para korban penyadapan teleponnya.(ADO)
David Miliband mengatakan bahwa situasi ini harusnya membuat orang menengok kembali keadaan dimana satu orang bisa menjadi pemilik 20 persen koran yang beredar di pasar, perusahaan penyiaran Sky serta stasiun televisi Sky News. Miliband mengatakan aturan kepemilikan media yang sekarang ada sudah ketinggalan zaman, seperti "aturan zaman analog untuk zaman digital."
Desakan itu muncul sebagai buntut dari dugaan berbagai praktek kotor oleh perusahaan media milik Murdoch, News International, dalam menjalankan usahanya. Koran milik kelompok Murdoch, News of the World, ditutup karena dituding melakukan penyadapan telepon ilegal dari sumber beritanya. Dengan penutupan itu News Corp masih memilik koran The Sun, The Times, The Sunday Times dan 39 persen saham dari perusahaan penyiaran BSkyB.
Sementara itu, Ahad (17/7) ini, News International kembali memasang iklan di koran-koran nasional Inggris untuk meyakinkan bahwa kelompok media itu akan "mengoreksi tindakan yang salah agar jadi benar". Di dalamnya disebutkan akan dibentuk manajemen independen serta komite standar agar medianya bisa mencegah terjadinya situasi yang sama di masa mendatang.
News International juga menyatakan menunjuk firma hukum Olswang untuk melakukan penyelidikan sementara seorang mantan hakim pada pengadilan tinggi di Inggris ditunjuk menjadi pengawas penghitungan pemberian kompensasi terhadap para korban penyadapan teleponnya.(ADO)