Liputan6.com, Padang: Puluhan awak angkutan kota jurusan Pasar Raya-Siteba, Padang, Sumatra Barat, menggelar mogok beroperasi, baru-baru ini. Aksi ini digelar lantaran Dinas Perhubungan Kota Padang belum juga menetapkan tarif baru menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak, awal Mei silam. Mereka menuntut menuntut kenaikan tarif sekitar 10 hingga 20 persen.
Sebelumnya para awak angkot sempat berdialog dengan Dinas Perhubungan Kota Padang untuk minta ketetapan tarif baru. Saat itu, Dinas Perhubungan Kota Padang berjanji menaikkan tarif sejak 8 Mei silam. Namun, hingga saat ini ketentuan tarif baru itu belum juga diterbitkan.
Para demonstran mengaku, sejak kenaikan harga BBM diberlakukan, pendapatan mereka berkurang drastis. Pasalnya, para pengusaha sekaligus pemilik armada sudah menaikkan jumlah setoran hingga 25 persen. Dengan begitu, jumlah setoran dari sebesar Rp 80 ribu menjadi Rp 100 ribu per hari. Otomatis, kenaikan ini mengurangi pendapatan mereka hingga separuhnya. Biasanya, pendapatan yang mereka peroleh berkisar Rp 30 ribu per hari.
Berdasarkan pemantauan SCTV, aksi yang digelar di sepanjang rute yang mereka lalui itu mengakibatkan para penumpang telantar. Akibatnya, banyak para penumpang yang memilih berjalan kaki atau naik taksi untuk mencapai tujuan.(ORS/Aldian)
Sebelumnya para awak angkot sempat berdialog dengan Dinas Perhubungan Kota Padang untuk minta ketetapan tarif baru. Saat itu, Dinas Perhubungan Kota Padang berjanji menaikkan tarif sejak 8 Mei silam. Namun, hingga saat ini ketentuan tarif baru itu belum juga diterbitkan.
Para demonstran mengaku, sejak kenaikan harga BBM diberlakukan, pendapatan mereka berkurang drastis. Pasalnya, para pengusaha sekaligus pemilik armada sudah menaikkan jumlah setoran hingga 25 persen. Dengan begitu, jumlah setoran dari sebesar Rp 80 ribu menjadi Rp 100 ribu per hari. Otomatis, kenaikan ini mengurangi pendapatan mereka hingga separuhnya. Biasanya, pendapatan yang mereka peroleh berkisar Rp 30 ribu per hari.
Berdasarkan pemantauan SCTV, aksi yang digelar di sepanjang rute yang mereka lalui itu mengakibatkan para penumpang telantar. Akibatnya, banyak para penumpang yang memilih berjalan kaki atau naik taksi untuk mencapai tujuan.(ORS/Aldian)