SOROT BINTANG: Menanti Dovizioso Rebut Juara MotoGP

Dovizioso, pembalap yang kenyang pengalaman makin serius kejar gelar juara MotoGP.

oleh Defri SaefullahDiterbitkan 27 Maret 2018, 08:10 WIB
Infografis Andrea Dovizioso (Liputan6.com/Trie yas)

Liputan6.com, Jakarta - Andrea Dovizioso jadi pembalap yang fenomenal di dua musim terakhir MotoGP. Pembalap Ducati Corse ini seakan telat panas di kancah MotoGP.

Bagaimana tidak, meski sudah memulai karier di MotoGP sejak 2008, tapi baru musim lalu namanya diperhitungkan. Pengalaman dan spirit yang tinggi sudah membawa Dovizioso masuk ke dalam jajaran pembalap elite yang patut diperhitungkan kansnya menjadi juara dunia.

Pembalap asal Italia ini berusia 32 tahun. Layaknya seorang pembalap yang sudah matang luar dalam, sudah waktunya Dovizioso untuk memetik hasil dari pengalamanya yang segudang di MotoGP.

Memulai balapan sejak 2001 atau 17 tahun lalu, tak sulit bagi Dovizioso untuk beradaptasi dengan tim manapun. Bahkan, dia bisa disebut satu-satunya pembalap di MotoGP sekarang yang pernah merasakan membalap untuk tiga pabrikan.

Tumbuh dan berkembang di Honda, tapi Dovizioso meraih hasil manis di Ducati. Awalnya, dia membalap di Aprilia pada 2001. Namun sejak 2002 hingga 2011, dia setia membalap di Honda.

Dia pernah masuk dalam strategi Honda yang menggunakan tiga pembalap. Dia lalu pindah Monster Yamaha Tech 3 pada 201 sebelum akhirnya menyegel tempat di Ducati pada 2013.

Pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso segera memulai pembicaraan kontrak baru usai balapan MotoGP Qatar 2018. (Twitter/Ducati Corse)

Setelah pindah ke Ducati, Dovizioso bukanlah pembalap yang kerap diperhitungkan. Bahkan pada awal musim 2017, Ducati mendatangkan Jorge Lorenzo.

Pabrikan asal Italia itu tampak sangat ingin merebut gelar juara bersama Lorenzo yang sukses bersama Yamaha. Namun kehadiran Lorenzo justru jadi titik balik dan pemicu semangat Dovizioso.

Musim lalu, dia nyaris menjadi juara dan bahkan hampir ungguli jumlah kemenangan lawan Marquez. Namun kesalahan strategi di seri-seri terakhir MotoGP 2017 membuat dia harus rela Marquez kembali rebut juara.

 

 

 


Manfaatkan Keunggulan Ducati

Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso merayakan gelar juara MotoGP Qatar di Sirkuit Losail, Doha, Minggu (18/3/2018). Dovizioso juara dengan catatan waktu 42 menit 34,654 detik. (AFP/Karim Jaafar)

Selain pengalaman yang segudang, Dovizioso juga tipikal pembalap yang telaten dalam mempelajari teknis-teknis motor. Dia tahu betul bagaimana memanfaatkan keunggulan motor Ducati Desmosedici GP18.

Itu diperlihatkannya saat berebut juara di lap terakhir MotoGP Qatar melawan Marquez. Tahu dikuntit Marquez dari belakang, dia geber motor di lintasan lurus. Itu berhasil membawanya keluar sebagai juara MotoGP Qatar.

Lanjut Baca:

Saat itu, kondisi Dovizioso tidak ideal. Dia sudah mulai merasakan aus pada ban motornya. Kehandalan pembalap asal Italia ini dalam membaca kekuatan motor Ducati mendapatkan pujian legenda MotoGP, Fredie Spencer. Dia meyakini persaingan perebutan juara MotoGP akan tetap diperebutkan Marquez dan Dovizioso. Jika musim lalu Dovizioso kalah di seri terakhir, dia meyakini pembalap Ducati itu sudah paham trik-trik yang dilakukan Marquez. "Kamu selalu mengharapkan kehadiran trik terakhir dari Marquez. Kali ini Andrea mengatasi itu lebih baik daripada lawannya, dan itu seperti mengulangi kejadian di Austria dan Jepang ketika Marc gagal melewati Dovi," kata Spencer. "Namun, Dovi membuatnya terlihat sangat mudah. Dia bisa membuat Marquez berhenti, memotong kembali di bawah Marquez, dan menggunakan kekuatan akselerasi, dan kecepatan tinggi Ducati. Dia membuat kemenangan terlihat sangat nyaman," ujar Spencer.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya