Liputan6.com, Banjarnegara: Sejumlah pengelola hotel dan "homestay" di kawasan Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengaku kecewa dengan pemberitaan media massa mengenai kondisi Dieng.
"Pemberitaan di media massa terutama media televisi tidak sesuai dengan kondisi yang ada dan hal itu menyebabkan wisatawan takut berkunjung ke obyek wisata Dieng," kata Ketua Paguyuban Hotel dan "Homestay" Dieng Wetan, Sukur Suyanto (65), di Banjarnegara, Jumat (3/6).
Menurut Sukur, kondisi di kawasan obyek wisata Dieng sebenarnya tidak ditutup dan aman dari gas beracun yang keluar dari Kawah Timbang karena letaknya cukup jauh. Akibat pemberitaan yang tidak sesuai tersebut, jumlah wisatawan dan tingkat hunian hotel di kawasan obyek wisata Dieng menurun hampir 50 persen.
"Beberapa wisatawan membatalkan rencana berlibur ke obyek wisata Dieng karena takut setelah melihat pemberitaan di televisi," ujarnya.
Pengelola Hotel Gunung Mas yang lokasinya berada di depan gerbang obyek wisata Candi Dieng, Eny (45), juga mengaku, tingkat hunian hotelnya mengalami penurunan cukup drastis. Ia mengatakan, orang-orang yang menginap di hotelnya saat ini bukan wisatawan, melainkan beberapa pihak yang berkepentingan dengan keluarnya gas beracun dari Kawah Timbang seperti petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan jurnalis.(Ant/ULF)
"Pemberitaan di media massa terutama media televisi tidak sesuai dengan kondisi yang ada dan hal itu menyebabkan wisatawan takut berkunjung ke obyek wisata Dieng," kata Ketua Paguyuban Hotel dan "Homestay" Dieng Wetan, Sukur Suyanto (65), di Banjarnegara, Jumat (3/6).
Menurut Sukur, kondisi di kawasan obyek wisata Dieng sebenarnya tidak ditutup dan aman dari gas beracun yang keluar dari Kawah Timbang karena letaknya cukup jauh. Akibat pemberitaan yang tidak sesuai tersebut, jumlah wisatawan dan tingkat hunian hotel di kawasan obyek wisata Dieng menurun hampir 50 persen.
"Beberapa wisatawan membatalkan rencana berlibur ke obyek wisata Dieng karena takut setelah melihat pemberitaan di televisi," ujarnya.
Pengelola Hotel Gunung Mas yang lokasinya berada di depan gerbang obyek wisata Candi Dieng, Eny (45), juga mengaku, tingkat hunian hotelnya mengalami penurunan cukup drastis. Ia mengatakan, orang-orang yang menginap di hotelnya saat ini bukan wisatawan, melainkan beberapa pihak yang berkepentingan dengan keluarnya gas beracun dari Kawah Timbang seperti petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan jurnalis.(Ant/ULF)