Mahasiswa Nommensen Berdemonstrasi di Odmil Sumut

Puluhan mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan berunjuk rasa di Kantor Oditur Militer Sumut. Mereka menuntut penyelesaian Kasus Nommensen yang diduga melibatkan 18 perwira menengah TNI/Polri.

oleh Liputan6Diterbitkan 03 Mei 2002, 07:40 WIB
Liputan6.com, Medan: Puluhan mahasiswa Universitas Huria Kristen Batak Protestan Nommensen Medan, Sumatra Utara, kembali menggelar berunjuk rasa di Kantor Oditur Militer Sumut di Jalan Diponegoro, Medan, baru-baru ini. Mereka menuntut Kasus 1 Mei 2000 yang menewaskan dua mahasiswa segera digelar di Mahkamah Militer. Terakhir, aksi di tempat yang sama digelar pada tahun kemarin [baca: Ratusan Mahasiswa Nommensen Berunjuk Rasa].

Dalam orasinya, mereka menilai penyelesaian kasus yang berlarut-larut menunjukkan ketidakseriusan instansi tersebut menangani insiden yang menewaskan Calvin Nababan dan Ricardo Silitonga. Mereka juga mendesak Oditur Militer bersikap tegas selaku penyidik dalam menggunakan wewenangnya. Selain itu, mereka juga menuntut Kepolisian Daerah Sumut memproses berkas perkara dan tak melindungi anggota yang bersalah.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Odmil Sumut Kolonel TNI Manurung menyatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima berkas perkara dari Polda Sumut. Namun, Manurung mengakui, tragedi berdarah itu melibatkan 18 tersangka yang terdiri dari perwira menengah, bintara, dan seorang perwira menengah berpangkat komisaris polisi.

Sekadar diketahui, insiden berdarah itu berawal dari demonstrasi mahasiswa Nommensen ke Markas Polda Sumut yang berujung dengan penyanderaan dua anggota polisi di kampus. Akibatnya, penyanderaan itu memicu bentrokan yang menyebabkan Calvin dan Ricardo tewas tertembak.(ORS/Panogari Panggabean dan Amal Rambe)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya