Penembakan di Studio Rhoma Irama Diduga Peluru Nyasar

Seorang karyawan studio rekaman milik raja dangdut Rhoma Irama menuturkan, dia sempat mendengar suara letusan dari arah depan studio. Semula Endang mengira itu suara plafon runtuh.

oleh Raden Trimutia Hatta diperbarui 05 Mar 2018, 13:35 WIB

Liputan6.com, Depok - Polisi menduga penembakan di Soneta Record di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat milik Rhoma Irama sebagai peristiwa peluru nyasar. Meski demikian, polisi tetap menunggu hasil dari pemeriksaan Puslabfor.

"Peluru nyasar sementara. Tapi semua kembali pada hasil Puslabfor," jelas Kapolsek Sukmajaya Kompol Ign Bronet, seperti ditayangkan Liputan6 Siang SCTV, Senin (5/3/2018).

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan satu goresan kecil di tembok depan Soneta Record. Sementara itu, tiga saksi telah dimintai keterangan oleh polisi. Termasuk seorang office boy yang pertama kali mendengar letusan tembakan dan menemukan proyektil.

Seorang karyawan studio rekaman milik raja dangdut Rhoma Irama menuturkan, dia sempat mendengar suara letusan dari arah depan studio. Semula Endang mengira itu suara plafon runtuh.

Namun, saat diperiksa tak ada bagian atap yang runtuh. Hanya ditemukan tembok yang rusak dan sebuah proyektil di dekaatnya. Penembakan di studio rekaman milik Rhoma Irama terjadi Sabtu siang, 3 Maret 2018. Saat itu studio dalam keadaan sepi.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya