Liputan6.com, Jakarta: Ratusan pekerja honorer dan dosen Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, mogok kerja, Rabu (4/5). Mereka menuntut dijadikan pegawai negeri sipil (PNS).
Para pengunjuk rasa kecewa dengan pihak rektorat, karena tidak juga kunjung diangkat menjadi PNS. Padahal mereka telah bekerja selama sepuluh tahun. Mereka pun melakukan long march keliling kampus mengajak pekerja honorer lain ikut aksi mogok.
Rektor UI Profesor Gumilar R Soemantri yang menemui para pendemo mengatakan, pihaknya belum bisa memutuskan terkait status kepegawaian pekerja UI. Gumilar berdalih telah mengajukan usulan pengangkatan semua pekerja dan dosen honorer UI ke pemerintah melalui Kementrian Pendidikan Nasional.
Sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dan satpam, saat dialog antara pendemo dan Rektor UI sedang berlangsung. Mahasiswa memprotes kepada pihak kampus, karena dialog antara rektor dan peserta demo dilakukan secara tertutup. Ketegangan mencair setelah pihak rektor mempersilahkan mahasiswa ikut berdialog.(ADI/SHA)
Para pengunjuk rasa kecewa dengan pihak rektorat, karena tidak juga kunjung diangkat menjadi PNS. Padahal mereka telah bekerja selama sepuluh tahun. Mereka pun melakukan long march keliling kampus mengajak pekerja honorer lain ikut aksi mogok.
Rektor UI Profesor Gumilar R Soemantri yang menemui para pendemo mengatakan, pihaknya belum bisa memutuskan terkait status kepegawaian pekerja UI. Gumilar berdalih telah mengajukan usulan pengangkatan semua pekerja dan dosen honorer UI ke pemerintah melalui Kementrian Pendidikan Nasional.
Sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dan satpam, saat dialog antara pendemo dan Rektor UI sedang berlangsung. Mahasiswa memprotes kepada pihak kampus, karena dialog antara rektor dan peserta demo dilakukan secara tertutup. Ketegangan mencair setelah pihak rektor mempersilahkan mahasiswa ikut berdialog.(ADI/SHA)