Pasar Induk Kramatjati Sepi Pembeli

Selama empat bulan terakhir, Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, sepi pembeli. Kebersihan dan kenyamanan yang buruk diduga menjadi penyebab.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 April 2002, 08:35 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Pedagang sayur-mayur dan buah-buahan di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, baru-baru ini mengeluhkan sepinya pembeli sejak empat bulan terakhir. Mereka menuturkan, saat ini jumlah pembeli menurun hingga hampir separuh dibandingkan empat bulan silam. Itulah sebabnya, mereka terpaksa menjual barang dagangannya di bawah harga normal.

Sukirlan, pedagang buah Pasar di Kramatjati mengaku, beberapa bulan terakhir ini, harga pisang hanya sebesar Rp 8.000 per tandan. Padahal, sebelumnya, setandan pisang minimal seharga Rp 12.500. Kondisi serupa juga dirasakan Anwar, pedagang sayur. Dia mengaku, semula ia mampu menjual 8-10 ton tomat per hari. Tapi kini, dia hanya mampu menjual lima ton tomat. Itu pun selama tiga hari. Demikian pula denga kol, sebelumnya Anwar mampu menjual 10-12 ton per hari. Tapi kini, lima ton kol baru habis terjual selama dua hari.

Baik, menurut Sukirlan, anwar dan sejumlah pedagang lain, kondisi tersebut tercipta lantaran kebersihan dan kenyamanan pasar yang buruk. Untuk menangani hal itu, para pedagang berharap pengurus PD Pasar Jaya segera membenahi sarana dan prasarana kebersihan di Pasar Induk Kramatjati.(AWD/Rike Amru dan Arri Trisna)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya