Mahasmara, Cerita Mitos Bahu Laweyan

Sinema Wajah Indonesia akan dimulai dengan film Mahaswara. Film besutan sutradara Handre Sasto ini diangkat dari sebuah mitos daerah Solo, Jawa Tengah, yakni bahu laweyan.

oleh Liputan6Diterbitkan 19 April 2011, 21:14 WIB
Liputan6.com, Jakarta: SCTV akan menayangkan Sinema Wajah Indonesia mulai 23 April nanti. Sinema Wajah Indonesia akan dimulai dengan film berjudul Mahasmara. Film besutan sutradara Handre Sasto dengan penulis skenario Arswendo Atmowiloto ini diangkat dari sebuah mitos daerah Solo, Jawa Tengah, yakni bahu laweyan.

Menurut mitos Jawa wanita yang memiliki bahu laweyan melengkung seperti busur diartikan merampas hidup suaminya. Siapa pun yang menikahi perempuan ini akan meninggal sampai tujuh kali. Inilah yang terjadi pada seorang perempuan bernama Mahasmara yang diperankan oleh Ardinia Wirasti.

Pada awal cerita pria bernama Bram yang merupakan calon suami dari Mahas (Mahasmara) tewas tertabrak sepeda motor sepekan sebelum pernikahan berlangsung. Selanjutnya Tejo, calon suami berikutnya juga tewas pada malam "melepas masa lajang". Dua peristiwa itu, Mahas merasa dirinya perempuan sial. Ia mengurung diri di kamar.

Selama mengurung diri, Mahas hanya mau ditemui oleh Mahanani, kakaknya. Satu orang lagi yang bisa menemui Mahas adalah Gendon alias Don, pegawai toko barang antik milik Mahas. Don boleh masuk karena ngotot ingin bertemu Mahas hanya untuk mendapat jawaban seputar toko yang dikelolanya itu akan ditutup.

Don dan Mahas menjadi akrab. Mahas merasa belum pernah melihat pemuda seperti Don, pria yang aneh. Seperti mau mentraktir Mahas di warung gudeg di Margoyudan yang bukannya pukul 02.00 WIB. Banyak perilaku aneh lainnya yang membuat Mahas semakin lengket dengan Don. Mereka akhirnya saling jatuh cinta.

Namun, jalinan cinta mereka dibayang-bayangi kecemasan Mahas yang berpikir Don akan mati sebelum pernikahan berlangsung. Keunikan Don tampak saat Mahas membuka ceritanya. Usul Don terbilang nyleneh agar tak meninggal sebelum menikah dengan Mahas yakni dengan pura-pura jatuh cinta dan menikah secara diam-diam.

Meski hanya seorang pegawai biasa, keluarga Mahas merestui hubungan anaknya dengan Don. Namun, di luar dugaan, Mahas malah memilih tidak menikah. Bukan karena tidak mencintai Don tapi takut kehilangan pujaan hatinya itu. Menyikapi hal itu, Don berusaha meyakinkan Mahas. Usaha Don sukses. Mahas mau dinikahi Don.

Semakin dekat hari pernikahan, Mahas begitu cemas. Terlebih Don masih bekerja mencari kayu bantalan kereta untuk perlengkapan toko antiknya dengan mengendarai truk. Kabar buruk itu datang juga. Truk yang ditumpangi Don menabrak pohon. Sang sopir dibawa ke rumah sakit. Bagaimana nasib Don? Saksikan Sinema Wajah Indonesia ini pada 23 April 2011 pukul 22.30 WIB di SCTV, Satu Untuk Semua.(JUM)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya