Pengasuh Ponpes Nurul Halid Bantah MS Mantan Santri

Pengasuh Ponpes Nurul Hadid membantah jika Muhammad Syarif pernah mengenyam pendidikan di pesantren mereka. Ponpes Nurul Hadid kerap dikaitkan dengan peristiwa pengeboman karena salah seorang pelaku Bom Bali II sempat belajar di pesantren ini dua bulan.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 April 2011, 01:03 WIB
Liputan6.com, Cirebon: Ustaz Yusuf Sutisna membantah jika Muhammad Syarif pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Hadid, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. "Kami menolak jika pesantren kami dikaitkan dengan pelaku bom bunuh diri di Masjid Polresta Cirebon. Kami sudah melakukan cross check data dan ternyata tidak ada santri maupun mantan santri yang identitasnya sama dengan MS," kata pengasuh Ponpes Nurul Hadid itu, Ahad (17/4).

Yusuf mengakui jika pesantrennya kerap kali dikaitkan dengan setiap peristiwa pengeboman. Pasalnya, salah seorang pelaku Bom Bali II, Salik Firdaus, sempat mengenyam ilmu di pesantren ini selama dua bulan sebelum melakukan aksinya. "Bukan kali ini saja pesantren kami dikait-kaitkan dengan aksi pengeboman. Perlu kami tegaskan, lembaga kami adalah tempat menimba ilmu, bukan untuk cetak teroris," ucap Yusuf.

Alumunus Ponpes Ngruki pimpinan Ustaz Abu Bakar Ba'syir ini menegaskan, pesantren yang diasuhnya mengacu kepada Departemen Agama. "Pesantren kami menggunakan sistem boarding school yang bersifat terpadu dengan desain yang khas memadukan ilmu syar'i atau kepondokan dan ilmu umum. Program pembelajaran fokus kepada Bahasa Arab, ilmu Al Quran, dan As Sunnah, serta Al Islam," ujar Yusuf.

Muhammad Syarif adalah pelaku bom bunuh diri di masjid Kompleks Kepolisian Resor Kota Cirebon, Jumat lalu. Namun, polisi masih melakukan prosedur Scientific Crime Investigation. Syarif baru dapat dipastikan sebagai pelaku apabila hasil tes DNA atau asam deoksiribo nukleat cocok dengan keluarga [baca: Polisi Belum Bisa Umumkan Identitas Pengebom].(BOG/ANT)



POPULER

Berita Terkini Selengkapnya