Liputan6.com, Jayapura: Masyarakat Papua saat ini berharap tersedia kapal laut yang khusus melayani jalur Jayapura, Manokwari, Merauke, Biak, Sorong, dan Fak-Fak. Upaya itu untuk mengatasi isolasi antarkabupaten di Pulau Cenderawasih yang luasnya mencapai tiga setengah kali Pulau Jawa. Pernyataan itu disampaikan Gubernur Papua Jaap Salossa seusai peresmian Kapal Nggapulu di Jayapura, baru-baru ini.
Acara itu juga disaksikan Menteri Perhubungan Agum Gumelar. Menurut Salossa, pelayanan penumpang bisa diatasi bila sarana dan prasarana angkutan laut tersedia. Harga komoditi barang juga dapat ditekan dibanding ongkos angkut melalui udara.
Dengan penambahan kapal baru itu, transportasi angkutan laut yang melayani penumpang dari dan keluar Papua menjadi sembilan unit. Kini, pelayaran untuk tujuan Jayapura dua kali dalam sepekan. Kapal bantuan pemerintah Jerman itu berukuran panjang 146,50 meter dan lebar 2.340 meter. Kapal produksi 2002 itu memiliki kapasitas 3.000 penumpang. Nama kapal diambil dari nama gunung di Puncak Jayawijaya. Kapal yang berbobot kotor 14.739 ton itu dilengkapi 13 kontainer untuk mengangkut komoditi, seperti ikan basah dan ikan kering.(COK/Ruba`i Kadir)
Acara itu juga disaksikan Menteri Perhubungan Agum Gumelar. Menurut Salossa, pelayanan penumpang bisa diatasi bila sarana dan prasarana angkutan laut tersedia. Harga komoditi barang juga dapat ditekan dibanding ongkos angkut melalui udara.
Dengan penambahan kapal baru itu, transportasi angkutan laut yang melayani penumpang dari dan keluar Papua menjadi sembilan unit. Kini, pelayaran untuk tujuan Jayapura dua kali dalam sepekan. Kapal bantuan pemerintah Jerman itu berukuran panjang 146,50 meter dan lebar 2.340 meter. Kapal produksi 2002 itu memiliki kapasitas 3.000 penumpang. Nama kapal diambil dari nama gunung di Puncak Jayawijaya. Kapal yang berbobot kotor 14.739 ton itu dilengkapi 13 kontainer untuk mengangkut komoditi, seperti ikan basah dan ikan kering.(COK/Ruba`i Kadir)