Liputan6.com, Makassar: Ekspor Indonesia ke Jepang terus menurun dalam lima tahun terakhir akibat diversifikasi ekspor. Tetapi Jepang masih menduduki peringkat pertama sebagai negara tujuan ekspor Indonesia. Hal tersebut dikatakan Direktur Kerja Sama Bilateral, Direktorat Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional, Pradnyawati di Makassar, Sulawesi Selatan, baru-baru ini.
Pradnyawati mengatakan, dalam lima tahun terakhir pemerintah terus melakukan diversifikasi ekspor sehingga nilai ekspor ke Jepang menurun. "Diversifikasi ekspor ini dalam bentuk pengalihan negara tujuan ekspor seperti di kawasan Timur Tengah, Eropa, dan sejumlah negara di benua Asia," ungkapnya.
Menurut Pradnyawati, saat ini ekspor Indonesia ke Jepang juga mengalami perubahan akibat tsunami. Akan tetapi, perubahan niai ekspor pascatsunami tidak begitu signifikan. "Jelas hal ini berpengaruh, mengingat tsunami yang terjadi di Jepang menghancurkan sejumlah pelabuhan yang menjadi tujuan ekspor," ucapnya.
Tsunami yang terjadi di Jepang juga bisa membawa dampak positif bagi Indonesia. Jepang akan meningkatkan impor migas, mengingat negara tersebut membutuhkan banyak energi untuk kembali menggerakkan industri.(Ant/ULF)
Pradnyawati mengatakan, dalam lima tahun terakhir pemerintah terus melakukan diversifikasi ekspor sehingga nilai ekspor ke Jepang menurun. "Diversifikasi ekspor ini dalam bentuk pengalihan negara tujuan ekspor seperti di kawasan Timur Tengah, Eropa, dan sejumlah negara di benua Asia," ungkapnya.
Menurut Pradnyawati, saat ini ekspor Indonesia ke Jepang juga mengalami perubahan akibat tsunami. Akan tetapi, perubahan niai ekspor pascatsunami tidak begitu signifikan. "Jelas hal ini berpengaruh, mengingat tsunami yang terjadi di Jepang menghancurkan sejumlah pelabuhan yang menjadi tujuan ekspor," ucapnya.
Tsunami yang terjadi di Jepang juga bisa membawa dampak positif bagi Indonesia. Jepang akan meningkatkan impor migas, mengingat negara tersebut membutuhkan banyak energi untuk kembali menggerakkan industri.(Ant/ULF)