Kesan Pebulu Tangkis Dunia tentang Istora dan Fans di Indonesia

Para pebulu tangkis dunia punya kesan spesial soal Istora dan fans bulu tangkis di Indonesia.

oleh Yus Mei SawitriDiterbitkan 29 Januari 2018, 13:55 WIB
Tunggal putra Indonesia, Anthony Ginting, menyapa penonton pada laga semifinal Indonesia Masters 2018 di Istora Senayan, Sabtu (27/1/2018). Anthony Ginting menang 21-16, 13-21, dan 21-12. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Jakarta - Indonesia Masters 2018 yang baru saja berakhir menciptakan hasil yang menggembirakan bagi tuan rumah. Indonesia meraih dua gelar melalui tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting dan ganda campuran, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fermaldi Gideon, Minggu (28/1/2018).

Tiga gelar lain dibagi rata tiga negara, yakni China, Jepang, dan Taiwan. Titel tunggal putri menjadi milik Tai Tzu Ying, ganda campuran dimenangi Zheng Siwei/Huang Yaqiong, sedangkan gelar di nomor ganda putri dibawa pulang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

Meski Istora Senayan telah kembali sunyi, banyak cerita yang tertinggal selama enam hari penyelenggaraan Indonesia Masters yang berstatus BWF World Tour Super 500 (grade 2 level 4).

Setelah setahun absen menggelar turnamen-turnamen bulu tangkis karena sedang direnovasi untuk perhelatan Asian Games 2018, Istora Senayan kembali menjadi rumah bagi para pebulu tangkis Indonesia. Comeback Istora ke turnamen bulu tangkis dunia tak mengecewakan.

Setelah direnovasi, Istora bertambah memesona dan megah. Sarana dan prasarana Istora berubah wajah, seperti tribun penonton yang telah menggunakan kursi tunggal, jumlah lapangan pertandingan ditambah dari tiga menjadi empat, serta toilet menjadi lebih luas dan modern.

Istora yang lama menggunakan lampu gantung. Sekarang, Istora baru menggunakan lampu yang dapat naik-turun pada ketinggian 19-21 meter, jadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Namun, ada satu yang tak berubah. Istora tetap angker dan jadi tempat yang intimidatif bagi pebulu tangkis-pebulu tangkis yang jadi lawan Indonesia. Suasana di Istora saat pertandingan disebut-sebut sebagai yang terbaik di dunia. Tak ada duanya.

Penonton tak pernah lelah memberi dukungan terhadap pemain Indonesia yang tengah berjuang di lapangan. Teriakan yang berisik dari penonton kerap membuat pemain lawan grogi dan akhirnya kalah.

Namun, publik Istora juga tak pelit memberikan dukungan untuk pebulu tangkis negara lain yang tampil apik, terutama jika tak menghadapi pemain Indonesia. Fans bulu tangkis Indonesia juga gemar memberikan hadiah kepada pemain luar negeri yang mereka idolakan.

Lanjut Baca:

Tak heran, Istora dan fans bulu tangkis Indonesia meninggalkan jejak yang spesial di hati pemain-pemain dunia, seperti Ratchanock Intanon, Viktor Axelsen, Carolina Marin, hingga Liu Yuchen. Bagaimana cerita dan kesan pebulu tangkis dunia tentang Istora dan fans bulu tangkis Indonesia? Berikut Bola.com merangkum ceritanya dari berbagai sumber sepanjang [Indonesia Masters 2018](3239972 "Indonesia Masters 2018"). [vidio:Aksi Kevin / Marcus Raih Juara Super Series Ketujuh pada 2017](https://www.vidio.com/watch/1217068-aksi-kevin-marcus-raih-juara-super-series-ketujuh-pada-2017)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya