Konsistensi AC Milan Berkah untuk Gattuso

AC Milan meraih tiga kemenangan beruntun di serie A, sesuatu yang belum pernah terjadi di 11 bulan terakhir.

oleh Defri SaefullahDiterbitkan 29 Januari 2018, 17:15 WIB
AC Milan meraih kemenangan 2-1 atas Lazio pada laga lanjutan Serie A 2017-2018 di San Siro, Minggu (28/1/2018) atau Senin (29/1/2018). AFP/Marco Bertorello)

Liputan6.com, Milan - AC Milan terus menuai hasil positif di serie A. Usai menang lawan Inter Milan pada perempat final Copa Italia pada 28 Desember 2017, AC Milan belum lagi terkalahkan.

Pasukan Genarro Gattuso sukses merebut satu kali hasil imbang dan tiga kemenangan. Teranyar, AC Milan mengalahkan tim kuat Lazio 2-1 di San Siro. Satu gol dari Patrick Cutrone dan satu lagi dari Giacomo Benaventura sukses membungkam Lazio yang sebenarnya sedang bagus-bagusnya di serie A.

Dengan kemenangan ini, AC Milan perlahan-lahan mulai merangkak di klasemen serie A. Milan kini hanya berjarak 3 poin dari zona Liga Europa yang dihuni Sampdoria di peringkat enam dengan 37 poin.

Meski begitu, AC Milan masih jauh dari Inter Milan yang ada di zona Liga Champions. AC Milan masih berjarak 10 poin dari Inter Milan.

Sinyal positif ini tentu bakal disambut gembira fans AC Milan. Namun masalahnya, bisakah ini terus berlanjut? "Gattuso sudah membuat tim ini lebih solid. Kini kami terus bersaing dengan rekan sendiri agar bisa tampil bagus. Saya senang berada di tim ini," kata kapten AC Milan, Leonardo Bonucci usai pertandingan melawan Lazio.

Sejak 2013/14, AC Milan bak diombang-ambing ketidakpastian. Liga Champions yang biasanya menjadi tradisi mereka seakan jauh dari jangkauan. Prestasi AC Milan terbaik hanya menembus Liga Europa seperti yang dirah musim ini. Lalu benarkah tiga kemenangan beruntun ini jadi titik balik kebangkitan AC Milan?

Gattuso mengaku cukup bosan dengan pembicaraan soal kebangkitan AC Milan. Dia merasa Milan seperti selalu diremehkan kemampuannya usai meraih deretan hasil positif.

"Saya tak suka pembicaraan soal ini yang menyebut setiap laga menjadi titik balik bagi AC Milan. Kami memang harus menatap per laga, tak peduli apa pun situasinya," ujar Gattusso.

 

 

 


Beban Belanja Besar

AC Milan ingin teruskan tren positif (AP/Antonio Calanni)

Lanjut Baca:

AC Milan habiskan 160 juta pounds atau sekitar Rp 3 Triliun. Milan memborong 10 pemain baru seperti Nikola Kalinic, Andre Silva, Fabio Borini, Hakan Calhanoglu, Franck Kessie, Lucas Biglia, Andrea Conti, Ricardo Rodriguez, Leonardo Bonucci dan Mateo Musacchio. Perombakan besar-besaran ini tentu dengan tujuan mengangkat kembali gengsi AC Milan, peraih 7 titel Liga Champions. Investor asal Tiongkok yang dipimpin Li Yonghong ingin mengangkat kembali pamor Milan di dunia. Namun, harapan itu tak juga terjadi hingga akhirnya Vincenzo Montella dipecat dari kursi pelatih pada 28 November lalu. Ini menjadi puncak kekesalan pemilik AC Milan atas prestasi Rosoneri di kancah serie A. Uniknya, AC Milan malah menunjuk Gattuso sebagai pengganti. Meski sempat dikaitkan dengan pelatih top seperti Carlo Ancelotti, Gattuso malah muncul ke permukaan sebagai pengganti. Hujatan dan nada pesimisme pun ditujukan kepada AC Milan. Banyak pihak yang menyebutkan, Milan berjudi dengan menunjuk Gattuso dan seakan mengulang kisah lama kala menunjuk pelatih-pelatih semenjana. Gattuso sendiri tak acuh dengan keraguan yang ditunjukkan kepadanya. Dia tetap fokus bekerja meski tahu Milan saat ini terbebani dengan belanja besar yang sudah dikeluarkan. Masih ada 16 pertandingan lagi, Milan wajib teruskan tren positif di serie A sehingga bisa merebut kembali Liga Champions. "Klub ini sudah habiskan banyak uang untuk investasi pemain. Ada beberapa kesulitan, tapi kami sekarang berada di kondisi mental yang bagus," kata Gattuso seperti dilansir Football Italia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya