3 Keuntungan MU dan Arsenal Tukar Mkhitaryan dengan Sanchez

MU dan Arsenal sepakat menukar Mkhitaryan dengan Sanchez.

oleh Bogi TriyadiDiterbitkan 25 Januari 2018, 06:48 WIB
Infografis Alexis Sanchez (Liputan6.com / Trie yas)

Liputan6.com, Manchester - Setelah beberapa hari menjadi rumor panas, Alexis Sanchez akhirnya memutuskan meninggalkan Arsenal dan memilih hijrah ke Manchester United (MU) di jendela transfer Januari 2018.

Arsenal telah menerima kesepakatan yang disodorkan MU, yaitu Sanchez ditukar dengan Henrikh Mkhitaryan. Sebelumnya, The Gunners telah menolak tawaran 60 juta pound dari Manchester City pada musim panas 2017.

Bagi Mkhitaryan dengan pindah ke Arsenal, ia akan lebih banyak mendapatkan waktu bersama. Di MU, pemain Timnas Armenia lebih banyak menjadi penghangat bangku cadangan.

Baik Sanchez maupun Mkhitaryan berharap dapat meraih sukses di MU dan Arsenal. Karena itu, kesepakatan pertukaran ini dinilai sangat masuk akal bagi semua pihak yang terlibat.

Berikut 3 alasan mengapa pertukaran Sancehz dan Mkhitaryan baik untuk MU dan Arsenal seperti dinukil dari Sokka:


3. Kemampuan Terbaik

Alexis Sanchez memilih menggunakan jersey keramat bernomor punggung tujuh di Manchester United saat tiba di Old Trafford. (Bola.com/manutd.com)

Alexis Sanchez tidak kunjung menandatangani kontrak baru dengan Arsenal. Padahal, kontrak pemain Timnas Chile itu akan berakhir pada Juni 2018. Sikap Sanchez itu seolah menunjukkan dirinya tidak bahagia di Emirates Stadium.

Sementara itu, Henrikh Mkhitaryan tak bahagia di Manchester United (MU) karena jarang mendapat kesempatan bermain. Dia lebih banyak dijadikan penghuni bangku cadangan oleh Manajer Jose Mourinho.

Masalah ini akhirnya dapat diselesaikan setelah MU dan Arsenal mencapai kesepakatan menukar Mkhitaryan dengan Sanchez pada jendela transfer 2018. Kedua klub pun berharap bisa mendapatkan performa yang terbaik dari dua pemain ini.


2. Gelar Juara dan Bangkit

Striker Manchester United asal Chile, Alexis Sanchez. (dok. Manchester United)

Satu kata yang bisa menggambarkan sosok Alexis Sancehz adalah penuh gairah. Keinginan pemain berusia 29 tahun itu untuk menang dan meraih gelar juara tak perlu diragukan lagi.

Lanjut Baca:

Sayangnya hal itu sulit didapatkan di Arsenal. Bergabung dari Barcelona di musim panas 2014, ia baru memenangkan gelar juara Piala FA dan Community Shield. The Gunners sudah hampir 14 tahun tidak pernah lagi menjadi juara Liga Inggris. Bersama Manchester United (MU), Sanchez berpeluang memenangkan gelar juara Liga Inggris. MU terakhir menjadi kampiun di musim 2012-2013. Setelah ditinggal pensiun Sir Alex Ferguson, prestasi MU merosot. Namun sejak kedatangan Jose Mourinho pada musim panas 2016, MU mulai mengalami kebangkitan. Mourinho membawa MU juara Piala Liga, Community Shield, dan Liga Europa. Sementara itu, Arsenal diharapkan bisa memulai fase kebangkitan kembali dengan bergabungnya Henrikh Mkhitaryan. Namun, upaya Arsenal untuk kembali meraih sukses dalam jangan pendek sangat sulit jika dibandingkan MU.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya