KOLOM: Menguji Ketangguhan Zidane di Real Madrid

Zidane dalam ujian terberat dalam kariernya di Real Madrid.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 19 Januari 2018, 08:00 WIB
Kolom Bola Asep Ginanjar (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Tidak ada jalan yang betul-betul lurus dan mulus di dalam kehidupan ini. Selalu ada liku dan tanjakan. Selalu ada batu-batu sandungan. Bukankah Tuhan akan memberikan ujian kepada setiap hamba-Nya?

Rasanya, ujian itu pula yang tengah dihadapi Zinedine Zidane di Real Madrid saat ini. Setelah semuanya berjalan mulus, kini semuanya seolah salah. Kemenangan, bahkan dari tim lemah di kandang sendiri pun, sulitnya minta ampun.

Banyak orang bertanya-tanya. Ada apa dengan Madrid? Ada apa dengan Zidane? Maklum, Zidane adalah sang fenomena. Sejak mengambil alih Madrid dari Rafael Benitez dua tahun lalu, dia mempersembahkan delapan dari kemungkinan sepuluh trofi yang bisa diraih Los Blancos.

Berbagai analisis muncul. Berbagai teori juga dibuat. Dari soal perekrutan pemain hingga taktik sang pelatih jadi sorotan. Namun, tak satu pun yang bisa menjadi jawaban atas keterpurukan Real Madrid. Bukankah dengan pemain-pemain dan taktik yang sama, mereka berjaya di Piala Super Spanyol dan Piala Super Eropa?

Dua trofi pada awal musim itu tak mengindikasikan adanya masalah di Santiago Bernabeu. Sebaliknya, itu membersitkan optimisme luar biasa untuk kembali menjadi kampiun di Spanyol dan Eropa. Apalagi, Barcelona yang jadi musuh utama justru kehilangan salah satu andalannya. Neymar hijrah ke Paris Saint-Germain.

Penyerang Real Madrid Cristiano Ronaldo bersiap membagi bola kepada rekannya Luka Modrid saat melawan Villarreal dalam pertandingan Liga Spanyol di stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Spanyol (13/1). (AP Photo/Paul White)

Akan tetapi, tiba-tiba saja semuanya macet. Cristiano Ronaldo dan Karim Benzrma kesulitan mencetak gol, Gareth Bale terus berkutat dengan cedera, sedangkan Isco dan Marco Asensio meredup begitu saja setelah pada awal musim membuat banyak orang berdecak kagum.

Anehnya, Los Blancos menuai hasil buruk bukan hanya saat tampil buruk. Mereka juga menuai hasil yang sama saat tampil baik. Salah satunya saat kalah 0-1 dari Villarreal di Santiago Bernabeu. Sampai-sampai, bek kiri Real Madrid, Marcelo hanya bisa berujar, "Bola seperti enggan masuk ke gawang lawan."

 

 


Serupa Dortmund

Borussia Dortmund sempat alami masa sulit seperti yang dialami Real Madrid (Foto: Twitter Borussia Dortmund)

Lanjut Baca:

Hal yang terjadi pada Madrid saat ini mengingatkan pada Borussia Dortmund di Bundesliga 1. Mereka memulai musim dengan sempurna. Dalam tujuh laga awal, Die Schwarzgelben bukan hanya selalu menang. Mereka juga membuat clean sheet dalam lima pekan awal. Namun, setelah itu, tiba-tiba saja roda berputar 180 derajat hingga akhirnya pelatih Peter Bosz didepak. Seperti halnya Zidane saat ini, Bosz tak bisa menjelaskan keterpurukan Dortmund kecuali menunjuk faktor ketidakberuntungan. Belakangan, Hendrie Kruezen yang jadi asisten Bosz malah mengungkapkan hal yang agak di luar nalar. "Ini mungkin terdengar aneh. Namun, kami menukik setelah Lukasz Piszczek cedera," kata dia pada akhir Desember lalu. Kata-kata Kruezen sesuai fakta. Namun, tetap saja itu mengundang tawa. Siapa Piszczek sampai sebegitu menentukan nasib Dortmund? Dia jelas bukan Lionel Messi yang bagi sebagian orang adalah alien. Akan lebih masuk akal bila yang absen adalah Pierre-Emerick Aubameyang. Piszczek hanyalah seorang bek kanan. Apakah benar kehilangan seorang bek kanan andalan bisa sedemikian fatal? Rasanya, tak akan ada pelatih yang mengatakan bahwa pemain terpenting di timnya adalah bek kanan. Di Madrid, sosok seperti Piszczek boleh jadi adalah James Rodriguez. Marca bahkan mengungkapkan lima hal yang hilang seiring putusan Los Blancos meminjamkan James ke Bayern Muenchen. Dari kontribusi gol dan assist, pergerakan di lapangan, hingga pengaruhnya di ruang ganti. Mungkin juga dia adalah Alvaro Morata. Bersama James, mantan striker Juventus itu juga kerap menyelamatkan Madrid dari situasi sulit. Sepanjang musim lalu, Morata berhasil mencetak 21 gol di semua ajang. Lima di antaranya adalah gol penentu kemenangan. Ketiadaan kedua pemain ini, juga Pepe, sempat dikeluhkan Cristiano Ronaldo. Pada November tahun lalu, megabintang asal Portugal itu mengatakan, Madrid kehilangan ketiga pemain tersebut. Dia yakin, Madrid tak akan berada dalam situasi sulit andai ketiganya tak dilepas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya