Liputan6.com, Pandeglang: Korban banjir akibat luapan Sungai Ciliman dan Cilemer di Kabupaten Pandeglang, Banten, masih bertahan di pengungsian, Rabu (2/3). Warga dari enam kecamatan itu kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Menurut warga, bantuan pemerintah belum tersalurkan secara optimal. Sejumlah lokasi permukiman juga hingga kini masih terisolir. Salah satu jalan utama, yaitu penghubung Kecamatan Patia dan Pagelaran, terputus akibat terendam air. Untuk mencapai lokasi tertentu, warga terpaksa menggunakan perahu
Akibat luapan Sungai Ciliman dan Cilemer, sekitar seribu rumah di sejumlah desa di Kecamatan Pagelaran, Patia dan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, terendam banjir sejak Senin (28/2) lalu. Ketinggian air mencapai dua meter [baca: Banjir Rendam Ribuan Rumah di Pandeglang].(WIL/SHA)
Menurut warga, bantuan pemerintah belum tersalurkan secara optimal. Sejumlah lokasi permukiman juga hingga kini masih terisolir. Salah satu jalan utama, yaitu penghubung Kecamatan Patia dan Pagelaran, terputus akibat terendam air. Untuk mencapai lokasi tertentu, warga terpaksa menggunakan perahu
Akibat luapan Sungai Ciliman dan Cilemer, sekitar seribu rumah di sejumlah desa di Kecamatan Pagelaran, Patia dan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, terendam banjir sejak Senin (28/2) lalu. Ketinggian air mencapai dua meter [baca: Banjir Rendam Ribuan Rumah di Pandeglang].(WIL/SHA)