Liputan6.com, Tripoli: Tekanan luar negeri terhadap pemimpin Libia Muammar Khadafi semakin gencar. Bukannya merasa takut, Khadafi justru menyindir negara-negara lain yang menekannya. Seperti dikutip Guardian, Selasa (1/3), Khadafi menyerang balik pernyataan pemimpin Inggris dan Amerika Serikat.
Kedua negara Barat itu dianggap ikut campur masalah Libia. Khadafi juga mengungkapkan bahwa dirinya merasa dikhianati oleh AS. "Saya heran biasanya kami memiliki aliansi dengan Barat untuk memerangi Al-Qaidah. Namun, sekarang kami harus berperang melawan teroris sendiri. Barat telah meninggalkan kami. Mungkin mereka ingin menduduki Libia." kata Khadafi kepada reporter dari ABC News, BBC dan Sunday Times.
Ia bahkan mengatakan bahwa AS bukanlah polisi dunia. Khadafi sekaligus menyindir pernyataan yang dikeluarkan Perdana Menteri Inggris David Cameron. "Di Inggris siapa yang paling berkuasa, Ratu Elizabeth II atau David Cameron?" tanyanya kepada seluruh wartawan yang hadir di sebuah restoran pelabuhan di Tripoli, pantai Mediterania.
Pemimpin yang berkuasa selama empat dekade tersebut menambahkan, "Ini adalah sebuah kehormatan, tidak ada hubungannya dengan menjalankan kekuasaan atau wewenang."
Sebelumnya, PM Cameron menyatakan pemimpin Libia tersebut seharusnya mengundurkan diri. Ini mengingat serangkaian aksi massa di Libia, telah menelan banyak korban jiwa. Bahkan, belum lama ini, Cameron mengatakan akan mengerahkan pasukannya untuk membantu Libia agar Khadafi segera turun dari jabatannya [baca: Paksa Khadafi Mundur, Inggris Siap Kerahkan Pasukan].(DES/ANS)
Kedua negara Barat itu dianggap ikut campur masalah Libia. Khadafi juga mengungkapkan bahwa dirinya merasa dikhianati oleh AS. "Saya heran biasanya kami memiliki aliansi dengan Barat untuk memerangi Al-Qaidah. Namun, sekarang kami harus berperang melawan teroris sendiri. Barat telah meninggalkan kami. Mungkin mereka ingin menduduki Libia." kata Khadafi kepada reporter dari ABC News, BBC dan Sunday Times.
Ia bahkan mengatakan bahwa AS bukanlah polisi dunia. Khadafi sekaligus menyindir pernyataan yang dikeluarkan Perdana Menteri Inggris David Cameron. "Di Inggris siapa yang paling berkuasa, Ratu Elizabeth II atau David Cameron?" tanyanya kepada seluruh wartawan yang hadir di sebuah restoran pelabuhan di Tripoli, pantai Mediterania.
Pemimpin yang berkuasa selama empat dekade tersebut menambahkan, "Ini adalah sebuah kehormatan, tidak ada hubungannya dengan menjalankan kekuasaan atau wewenang."
Sebelumnya, PM Cameron menyatakan pemimpin Libia tersebut seharusnya mengundurkan diri. Ini mengingat serangkaian aksi massa di Libia, telah menelan banyak korban jiwa. Bahkan, belum lama ini, Cameron mengatakan akan mengerahkan pasukannya untuk membantu Libia agar Khadafi segera turun dari jabatannya [baca: Paksa Khadafi Mundur, Inggris Siap Kerahkan Pasukan].(DES/ANS)