Siapkan Tisu, 6 Film Klasik Indonesia Ini Dijamin Bikin Nangis

Jalan ceritanya menyedihkan, beberapa film klasik Indonesia ini bikin penonton menangis.

oleh Desika PemitaDiterbitkan 10 Januari 2018, 22:12 WIB
Film Dimana Kau Ibu (YouTube)

Liputan6.com, Jakarta Film klasik Indonesia yang tayang di tahun 1970-an, menampilkan cerita yang menyentuh nurani. Bukan menceritakan tentang sekelompok orang kaya atau gaya hidup sebagian anak muda yang hanya menghamburkan uang.

Di dunia perfilman 1970-an juga tidak menceritakan mengenai peran antagonis yang sangat jahat dan selalu menganiaya karakter baik. Atau kelompok pelajar yang bertengkar memperebutkan kekasih.

Rata-rata cerita yang ditampilkan film klasik Indonesia mengenai kehidupan sosial atau masyarakat saat itu. Bahkan, film klasik juga banyak menampilkan pelajaran hidup.

Mengisahkan tentang perjuangan dan cinta ibu dan anak. Atau mengenai kehidupan anak malang yang mendapatkan kekerasan dan selalu dianiaya oleh ayahnya hingga meninggal.

Apa sajakah film klasik yang tayang di tahun 1970-an dengan cerita yang bikin penonton menangis?


Dimana Kau Ibu

Dimana Kau Ibu (1973)

Rano Karno, aktor yang kini menjadi pejabat itu telah eksis di industri hiburan sejak dini. Salah satu film Rano Karno yang diperankannya saat masih kecil: Dimana Kau Ibu. Film yang tayang 1973 silam ini menjadi salah satu karya legendaris yang menceritakan mengenai dampak buruknya seks bebas, terutama bagi remaja. Film ini diperankan sederet artis mumpuni di bidangnya, Faradilla Sandy, Lenny Marlina, Rano Karno, Kusno Sudjarwadi dan Dicky Zulkarnaen.

Diceritakan Linda hamil dari hubungan di luar nikah. Namun sang kekasih yang harusnya bertanggung jawab justru mengalami kecelakaan. Untuk menutupi aib Linda, akhirnya wanita yang tengah berbadan dua ini dibawa ke sebuah wilayah sampai melahirkan.

Linda melahirkan anak yang diberi nama Yatim. Namun ayah Linda memberitahu jika cucunya meninggal saat dilahirkan. Linda yang tak tahu anaknya masih hidup akhirnya melanjutkan hidupnya.

Yatim rupanya diasuh oleh seorang pengasuh yangdibayar oleh kakeknya. Namun Yatim justru diperlakukan dengan semena-mena dan kerap kali disiksa. Akhirnya Yatim pun melarikan diri, pergi merantau ke jakarta.

Kabar Yatim membuat sang kakek panik dan khawatir. Linda yang tak snegaja mendengar pembicaraan ayahnya akhirnya bertanya. Tak mau terus berbohong, ayah Linda mengungkapkan Yatim adalah anaknya. Linda pun menyusul Yatim. Sayangnya, perjalanan panjang harus ditempuh Linda demi menemui anaknya, apalagi Yatim sempat menggelandang dan menjadi penyemir sepatu untuk bertahan hidup.

Lanjut Baca:

Bundaku Sayang, film yang menyentuh hati ditayangkan 1973 silam. Film ini juga menampilkan sederet artis ternama di Tanah Air yaitu Muchsin Alatas, Titiek Sandhora, Aedy Moward dan Rahayu Effendi. Lagi-lagi mengisahkan tentang anak yang disiksa ibu tiri. Lewat film ini, juga mengajarkan mengenai kerja keras yang akhirnya berbuah hasil yang tak disangka. Ceritanya mengenai seorang gadis bernama Tini yang terus mendapatkan perlakuan kasar dari ibu tirinya. Suatu hari, Tini berkenalan dengan seorang pemuda bernama Herman yang langsung jatuh cinta kepadanya. Cinta Herman bertepuk sebelah tangan. Herman dan Tini tetap berteman baik. Herman mengenalkan Tini dengan temannya, Muchsin yang ternyata seorang musisi. Tini mengalami kecelakaan hingga membuatnya dirawat di rumah sakit. Setelah sembuh, Tini tidak mau pulang ke rumah. Beruntung, sebuah keluarga bersedia menampung Tini karena kasihan. Roda kehidupan berputar, Tini menjadi penyanyi yang sukses karena kerja keras dan usahanya berkat bimbingan Muchsin. Setelah Tini pergi, kondisi rumahnya ternyata menjadi kacau. Ayahnya ditangkap karena korupsi. Sementara, ibu tirinya sakit keras.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya