OJK: Jumlah Penawaran Umum di Pasar Modal Melebihi Target

OJK menilai, pemanfaatan pasar modal sebagai alternatif sumber pembiayaan jangka panjang saat ini terus mengalami peningkatan.

oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana diperbarui 02 Jan 2018, 13:41 WIB
Pengunjung mengambil foto layar indeks harga saham gabungan yang menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki 2018, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak investor untuk semakin aktif berkegiatan di pasar modal. OJK menilai, pemanfaatan pasar modal sebagai alternatif sumber pembiayaan jangka panjang saat ini terus mengalami peningkatan.

Hal tersebut tidak luput dari peran pemerintah, yang dianggap telah membangun kepercayaan kepada para investor dan pelaku pasar modal untuk berpartisipasi dalam ranah tersebut.

Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Wimboh Santoso menjelaskan, industri pasar modal nasional terus tumbuh seiring dengan kepercayaan investor kepada industri pasar modal. Indikasi pertumbuhan tersebut terlihat dari jumlah dana yang terhimpun di pasar modal melalui aksi korporasi baik melalui initial public offering (IPO), rights issue dan penerbitan obligasi pada pada 2017 yang melebihi target awal.

"Pada 2017, jumlah penawaran umum di pasar modal mencapai Rp 254,5 triliun. Itu telah melebihi target, yang hanya sebesar Rp 217 triliun," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (02/01/2018).

Wimboh juga berharap, pendanaan di pasar modal Indonesia akan terus berkembang, serta mengimbangi pembiayaan di sektor perbankan yang pada 2017 dinilainya masih belum kuat.

"Pembiayaan perbankan pada tahun lalu belum sesuai dengan target perencanaan bisnis kita. Hal itu disebabkan karena sektor tersebut masih dalam proses restrukturisasi, sehingga mengalami sedikit hambatan akibat penurunan harga komoditas beberapa waktu lalu," imbuhnya.

Dia juga mengajak para pelaku pasar modal untuk terus membangun kredibilitas dan optimisme, demi meningkatkan pasar keuangan negara untuk ke depannya.

"Hal itu dimaksudkan, agar para investor lebih mudah dalam menguasai surat-surat berharga di pasar modal, sehingga turut meninggikan tingkat daya saing di kancah global," tutupnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya