Sebastian Pinera Kembali Terpilih sebagai Presiden Chile

Mantan Presiden Chile, Sebastian Pinera, kembali terpilih menjadi presiden setelah memenangi pemilihan melawan Alejandro Guillier.

oleh Citra Dewi diperbarui 18 Des 2017, 09:36 WIB
Sebastian Pinera dan istrinya Cecilia Morel saat merayakan kemenangan di Santiago, Chile, pada 17 Desember 2017. (AP Photo/Luis Hidalgo)

Liputan6.com, Santiago - Mantan Presiden Chile, Sebastian Pinera, kembali terpilih menjadi pemimpin negara yang beribu kota di Santiago itu setelah memenangi pemilihan presiden melawan Alejandro Guillier.

Dari 90 persen lebih suara yang masuk, Pinera meraih 54,5 persen suara. Sedangkan Guillier, yang merupakan mantan jurnalis, meraih 45,4 persen suara.

Dikutip dari The Telegraph, Senin (18/12/2017), Pinera merupakan seorang pebisnis yang duduk di kursi kepresidenan Chile pada periode 2010 hingga 2014.

Pria konservatif berusia 68 tahun itu memberikan mandat untuk membalikkan reformasi ekonomi dan politik yang selama empat tahun dijalankan oleh Michelle Bachelet. Kepopuleran perempuan berusia 66 tahun itu jatuh saat anak perempuannya terlibat dalam skandal korupsi pada 2015.

Dalam kampanyenya, baik Pinera dan Guillier, berjanji untuk tetap mempertahankan model pasar bebas yang berlaku di Chile.

Namun, Pinera berjanji akan memberlakukan pajak yang lebih rendah untuk mendorong pertumbuhan, menciptakan 600.000 pekerjaan, memudahkan peraturan industri dan memperkecil defisit anggaran.

Pada Minggu, 17 Desember 2017, para pendukung Pinera berkumpul di markas besarnya di Santiago untuk merayakan kemenangan itu.

Dalam satu dekade terakhir, Argentina, Bolivia, Chile, Kuba, Ekuador, Honduras, Nikaragua, Uruguay dan Venezuela semuanya diperintah oleh pemimpin sayap kiri.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, pihak konservatif mulai berkuasa di sejumlah negara, seperti Argentina, Brasil, Paraguay, dan Venezuela. Kemenangan Pinera pun menambah panjang daftar tersebut.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya