PGI Kecam Pernyataan Trump yang Berpotensi Merusak Hubungan Damai Israel-Palestina

PGI menilai pernyataan Trump justru memanaskan situasi global dan bisa menghancurkan upaya perdamaian yang sedang dibangun.

oleh Rita Ayuningtyas diperbarui 16 Des 2017, 05:50 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Kecaman atas pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel tak hanya berasal dari umat Islam. Kecaman juga datang dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia atau PGI.

Seperti ditayangkan Liputan6 Malam SCTV, Sabtu (16/12/2017),  PGI menilai pernyataan Trump justru memanaskan situasi global dan bisa menghancurkan upaya perdamaian yang sedang dibangun.

Ketua PGI Albertus Patty menilai pernyataan Donald Trump yang mengklaim sepihak Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel berpotensi merusak upaya damai yang sedang dibangun Israel dan Palestina. Apalagi selama ini Amerika Serikat merupakan salah satu negara mediatior.

Pada konferensi pers yang digelar di Kantor PGI Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, PGI menyatakan sudah berkoordinasi dengan gereja-gereja di Amerika Serikat, Dewan Gereja Dunia, dan gereja lokal di Palestina meminta agar wilayah Yerusalem harus tetap dalam pengawasan perserikatan bangsa-bangsa.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya