Liputan6.com, Jakarta - Dangdut Academy Asia 3 (D'Academy Asia 3) mulai memasuki babak akhir. Kini, hanya tinggal tersisa enam akademia terbaik saja. Keenamnya pun bersiap diadu kembali di Konser Top 6 yang bakal mulai digelar Rabu (13/12/2017) malam ini. Lantas, siapa saja keenam akademia yang masih bertahan dan bagaimana peluang mereka di babak 6 besar? Berikut prediksinya.
Dari enam wakil awal, Indonesia hanya kehilangan dua orang saja hingga masuk babak 6 besar ini. Menariknya keduanya adalah Tia dan Gabriel yang notabene adalah juara dan runner up Dangdut Academy Celebrity 2. Tia sendiri sudah tersenggol di babak 15 besar lalu, sedang Gabriel baru tersingkir di Konser Top 8, Sabtu (9/12/2017) malam.
Advertisement
Kehilangan dua wakilnya, tuan rumah masih menyisakan empat nama lainnya. Fildan, Putri, dan Aulia yang secara berurutan adalah juara pertama hingga ketiga di DA4 ditemani Reza juara 4 DA2, masih memupuk peluang Indonesia mempertahankan gelar. Keempatnya hanya harus menghadapi dua jagoan lainnya dari satu negara yang masih bertahan. Mereka adalah One Forteen dan Azizul Haqim asal Malaysia.
Lolosnya Azizul ke babak 6 besar mungkin bukanlah sebuah kejutan. Ini lantaran penampilan Azizul yang memang selalu memukau di tiap babak. Kualitas vokal dan teknik bernyanyi Azizul disebut jauh di atas rata-rata. Penilaian komentator juga berbanding lurus dengan para juri. Alhasil, raihan poinnya pun selalu tinggi, bahkan beberapa kali sukses mengungguli jagoan tuan rumah.
Hal sebaliknya justru terjadi pada One Forteen. Pria berwajah tampan ini dianggap beruntung bisa lolos ke babak 6 besar. Pasalnya, suara One Forteen tergolong standar, teknik bernyanyinya pun biasa saja. Namun entah mengapa, ia selalu bisa terus melaju bahkan hingga babak 6 besar D'Academy Asia 3. Prestasi One Forteen ini mengingatkan pada kisah Ammy Fara (Thailand) di D'Academy Asia musim lalu yang juga sukses masuk Top 6.
Meski Unggulan, Indonesia Masih Ditutut Memperbaiki Penampilan
Sementara itu, keempat wakil Indonesia sudah tak perlu dipertanyakan lagi. Kualitas, teknik, cengkok dangdut, improvisasi, Indonesia jelas tanpa tandingan. Namun mengingat standar penampilan akademia Indonesia yang diharuskan lebih tinggi dari saat mereka tampil di Dangdut Academy lalu, menjadi beban tersendiri bagi mereka.