Penghadangan Amien Rais Mengecewakan Pemuda Muhammadiyah

Konflik terbuka Ketua MPR-Presiden berbuntut panjang. Amien Rais dihadang masuk ke Jatim. Karena itu, Pemuda Muhammadiyah menyesalkan tindakan tersebut.

oleh Liputan6Diterbitkan 03 November 2000, 19:55 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Perseteruan Ketua MPR RI Amien Rais dengan Presiden Abdurrahman Wahid ternyata berimbas sampai lapisan masyarakat tingkat bawah. Buktinya, beberapa waktu silam, sejumlah massa dari berbagai kelompok marak mengecam Gus Dur, berkaitan dengan kinerjanya sebagai presiden. Aksi itu pun dibalas massa Pro-Presiden Wahid Pasuruan dengan menggelar aksi unjuk rasa tandingan. Bahkan, sejumlah anggota Barisan Serba Guna Ansor Jawa Timur berencana mendatangi para elite politik itu di Jakarta [baca: Gus Dur Tak Butuh Aksi Dukungan, 02/11/2000].

Nah, untuk menetralisasi konflik terbuka itu, Jumat (3/11) siang, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah meminta masyarakat tidak melihat perbedaan politik di antara petinggi negara itu sebagai konflik antara NU dan Muhammadiyah. Pemuda Muhamadiyah juga menyesalkan sikap berlebihan dari beberapa pihak yang berlebihan dalam memandang perbedaan pendapat tersebut.

Di depan wartawan, Ketua Pemuda Muhammadiyah Joko Susilo meminta agar pimpinan kedua organisasi itu (NU dan Muhammadiyah) dapat menenangkan massanya. Selain itu, keduanya juga harus bisa menghindarkan terjadinya konflik yang lebih tajam.

Joko Susilo juga mengingatkan, dalam situasi politik yang semakin memanas akhir-akhir ini, kedua pihak harus bisa lebih waspada. Sebab, boleh jadi, ada pihak ketiga yang berupaya melakukan provokasi dan mengadu domba warga NU dan Muhammadiyah.

Dalam kesempatan tersebut, Pemuda Muhammadiyah juga mengecam upaya penghadangan terhadap Amien Rais di Jatim. Karena itu, Joko Susilo meminta agar pimpinan NU Jatim tak berlebihan dalam menanggapi perbedaan antara Amien Rais dan Gus Dur.(ULF/Budi Prastowo dan Dony Indradi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya