Sri Mulyani: Bertemu WP Jadi Godaan Pegawai Pajak Buat Korupsi

Sri Mulyani meminta kepada seluruh jajaran di Kemenkeu, termasuk Ditjen Pajak agar menjunjung tinggi integritas.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 06 Des 2017, 11:31 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (25/10). Sidang Paripurna DPR RI ini menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 menjadi Undang-Undang (UU). (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menilai Wajib Pajak (WP) merupakan godaan terbesar dari seorang pegawai pajak. Integritas menjadi faktor penting di Kementerian Keuangan, termasuk di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak untuk meningkatkan persepsi institusi terbaikdan bersih.

Sri Mulyani mengatakan, ada sebanyak 32 juta WP terdaftar. Dari angka tersebut, sebanyak 11,5 juta yang melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh).

"Itu (WP) seperti sawah atau lahan yang subur untuk dikerjakan yangmerupakan godaan Anda (petugas pajak). Ini godaan sophisticated," ujarnya saat Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Rabu (6/12/2017).

Menurut Sri Mulyani, saat ini tunjangan kinerja pegawai Ditjen Pajak sudah membuat iri instansi lain. Namun mereka juga bisa dengan mudah membawa penghasilan 10 kali lipat hanya dengan bertemu dengan WP.

"Gampang kalau mau mah ketemu WP bisa dapat 10 kali lipat. Orang pajak mau cari berapa saja bisa, karena selalu ada yang senang hati mem-bright Anda. Pegang 1 WP dengan kewajiban pajak Rp 16 miliar, WP senang kalau diturunkan jadi Rp 2 miliar," paparnya.

"Tapi kalau Anda ngambil sedikit saja, itu sudah menjadi kehilangan pendapatan buat Indonesia. Gayus bisa beli apa saja, buat WP kecil, tapi buat dia banyak sekali makanya dia bisa bayar siapa saja. Tapi itu bolong yang besar untuk DJP," Sri Mulyani menambahkan.

Dia menegaskan, di sinilah pentingnya integritas. Sri Mulyani meminta kepada seluruh jajaran di Kemenkeu, termasuk Ditjen Pajak agar menjunjung tinggi integritas.

"Integritas bukan masalah untung rugi, tapi bagaimana kita mau menjalani hidup ini. Saya tahu kita hanya manusia biasa yang bisa tergoda, dan punya kebutuhan, makanya kita buat sistem sebagai manusia normal, di mana integritas masuk di dalamnya. Jadi jaga hati, nurani,dan niat Anda," tegasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya