Mengintip Persiapan Killing Me Inside Jelang Dare 2 Rock

Penggebuk drum Killing Me Inside, Gama, mengaku sangat antusias jelang tampil di panggung Dare 2 Rock.

oleh Rizky Aditya SaputraDiterbitkan 05 Desember 2017, 20:30 WIB
Killing Me Inside saat tampil di ajang Dare 2 Rock

Liputan6.com, Jakarta Ajang Supermusic.ID Dare 2 Rock menjadi panggung bagi band-band musik keras unjuk kemampuan semaksimal mungkin di hadapan pecinta musik cadas di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Setelah sebelumnya sukses dihelat di Lapangan Kompas, Kembangan, Jakarta Barat dengan line-up The Sigit, RTF, serta Seringai pada Minggu 3 Desember 2017 kemarin, sesi selanjutnya akan digelar pada 9 Desember di Lapangan Arcici Jakarta Timur dengan Kelompok Penerbang Roket (KPR), Killing Me Inside (Killms) dan Scaller menjadi penampil utamanya.

Foto dok. Liputan6.com

Penggebuk drum Killing Me Inside, Gama, mengaku sangat antusias jelang tampil di panggung Dare 2 Rock. "Saya dan teman-teman Killms sangat bersemangat karena Supermusic.ID selalu mewadahi musik-musik bergenre rock dengan kemasan acara yang elegan," ujar Gama dalam keterangan yang diterima Liputan6.com, Selasa (5/12/2017).

Bahkan, demi tampil maksimal, para personel Killing Me Inside yang diawaki Angga Tetsu (Bass), Gama (Drum), Rudye (Keyboard), dan Josaphat Klemens (Gitar) rajin berolahraga demi menjaga stamina.

"Kalau melihat dari antusiasme penonton yang luar biasa di sesi Dare 2 Rock sebelumnya, mau nggak mau kami harus tampil prima. Teman-teman Killms yang lain juga rajin berolahraga. Ada yang main skate, main futsal sampai jogging supaya daya tahan tubuh tetap terjaga sampai kami naik panggung Malam Minggu nanti," cetus dia.

Tak cuma soal stamina, Killing Me Inside juga akan memberikan penampilan yang berbeda di atas panggung nanti. Mereka akan featuring dengan AIU eks Garasi. Konsep ini sudah diracik para punggawa Killing Me Inside sejak akhir 2016 lalu.

Lanjut Baca:

[bacajuga:Baca Juga](3183663 3183896 2989472) "Di penghujung 2016 kami memiliki planning untuk 2017 agar berkolaborasi dengan salah satu musisi yang punya karakter kuat dan pengalaman di musik khususnya genre rock atau modern rock," ujar Rudye. "Nah, dari berbagai pertimbangan kami memilih mbak AIU, karena melihat pengalaman bermusiknya di Jepang. Selera bermusiknya membuat kami menjadi sangat excited untuk menjalankan project ini dan bersyukur mendapat respon positif dari Fans Killing Me Inside (Streetteam) dan juga fans mbak AIU sendiri (Aiushiteru) sehingga sepanjang 2017 proyek ini boleh dibilang berjalan dengan lancar," ujarnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya