Inter Milan Mulai Rasakan Sentuhan Magis Spalletti

Inter Milan menjadi penantang serius Napoli dan Juventus dalam perebutan Scudetto musim 2017-2018.

oleh Bogi TriyadiDiterbitkan 04 Desember 2017, 18:00 WIB
Pemain Inter Milan, Ivan Perisic dan rekan setimnya merayakan gol ke gawang Chievo Verona pada laga ke-15 Serie A, di Stadion San Siro, Minggu (3/12). Perisic mencetak hat-trick dari kemenangan telak 5-0. (AP/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Milan - Inter Milan membuktikan mereka berada di jalur persaingan meraih Scudetto musim 2017-2018. Memasuki pekan ke-15 Liga Serie A Italia, I Nerazzurri mengambil alih posisi puncak klasemen sementara dari Napoli.

Tambahan tiga angka usai mengalahkan Chiveo membuat Inter Milan kini mengantongi 39 poin dari 15 pertandingan. Mauro Icardi dan kawan-kawan unggul satu angka dari Napoli yang turun di peringkat kedua. Sementara peringkat ketiga ada juara bertahan Juventus dengan 37 poin.

Bangkitnya Inter Milan musim ini tak lepas dari tangan dingin Luciano Spalletti. Pelatih 59 tahun itu diboyong dari AS Roma pada musim panas 2017 untuk mengembalikan kejayaan La Beneamata (julukan Inter Milan).

Di bawah besutan Spalletti, Inter Milan belum terkalahkan dalam 15 pertandingan yang sudah dijalani. Mereka mencatat 13 kemenangan dan dua imbang.

Inter Milan menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan sejauh musim ini. Tak hanya itu, produktivitas gol Inter pun cukup bagus. Mereka telah mencetak 33 gol dan hanya kemasukan satu gol. Ini artinya Inter mencetak dua gol di setiap laga.


Makin Solid

Bek senior Andrea Ranocchia mengaku baru kali ini dirinya melihat skuat Inter Milan bersatu di bawah kendali pelatih Luciano Spalletti. "Saya telah melihat segala macam di Inter Milan selama bertahun-tahun. Tetapi, saya belum pernah melihat kelompok bersatu seperti itu. Bahkan, mereka yang tidak bermain secara teratur memastikan mereka siap saat dipanggil," kata Ranocchia kepada Mediaset Premium.

Ranocchia mengungkapkan jika Spalletti tidak membeda-bedakan pemain. Di mata pelatih berkepala plontos itu, semua pemain memiliki kedudukan yang sama.

"Spalletti hebat karena dia memperlakukan semua orang dengan cara yang sama. Tak masalah siapa Anda atau gaji Anda, kita semua diperlakukan sama," ucapnya.

Luciano Spalletti ingin pemain Inter Milan tetap rendah hati pascakemenangan atas AC Milan. (AFP / MIGUEL MEDINA)

Lanjut Baca:

Tidak hanya di lapangan, suasana ruang ganti Inter Milan pun kini berbeda setelah Spalletti datang ke Giuseppe Meazza. "Saya pernah berada di Inter selama bertahun-tahun dan ini pertama kalinya saya melihat ruang ganti seperti ini," ujarnya. Spalletti pun mengakui tidak memiliki anak emas dalam timnya. "Bila kami bisa mendorong sampai ke posisi ini, berarti kami telah melakukan pekerjaan yang hebat. Orang-orang berpikir seolah-olah saya memilih line-up dengan menyingkirkan pemain, tapi saya memilih mereka yang berada dalam kondisi terbaik, tidak dengan menyingkirkan pemain yang berada dalam kondisi terburuk. Bila semua orang kuat, tak ada yang disingkirkan," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya