Bukti RI Lebih Baik dari Negara Lain Meski Pendapatan Rendah

Kepercayaan negara lain dengan Indonesia juga lebih baik, dengan meningkatnya peringkat layak investasi.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 04 Desember 2017, 16:45 WIB
Ilustrasi pendapatan dan belanja.

Liputan6.com, Jakarta Pendapatan dan belanja Pemerintah Indonesia dinilai masih rendah. Namun Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengatakan, kinerja yang dihasilkan pemerintah, jauh lebih baik dari negara lain yang pendapatan dan belanjanya lebih tinggi.

Askolani menuturkan, berdasarkan data International Monetary Fund (IMF) pendapatan Indonesia hanya 14 persen dari Product Domestic Bruto (PDB) dan belanja 16,6 persen dari PDB.

Pendapatan dan belanja Indonesia jauh lebih rendah, jika dibanding negara lain seperti Brazil yang pendapatannya 32,6 persen dari PDB dan belanjanya 43 persen dari PDB.

‎"Kami melihat membandingkan data dipakai IMF untuk lintas negara, dengan data ini fiskal kita tidak terlalu tinggi dibandingkan negara lain,"‎ kata dia dalam sebuah diskusi di kawasan Bisnis Sudirman, Jakarta, Senin (4/12/2017).

Menurut ‎Askolani, meski pendapatan dan belanja pemerintah Indonesia jauh lebih kecil dibanding negara lain. Tetapi pemerintah memiliki kinerja yang baik, seperti pertumbuhan ekonomi mencapai 5 persen dan inflasi yang terjaga.

"Dengan pendapatan 16 persen tapi kinerja kita ‎jauh lebih baik dibanding negara lain, pertumbuhan eknomi kita 5 persen Brazil dibawah 5 persen‎," tutur Askolani.

‎Askolani melanjutkan, kepercayaan negara lain dengan Indonesia juga lebih baik, dengan meningkatnya peringkat layak investasi oleh lembaga pemeringkat internasional.

Menurut dia, justru dengan masih rendahnya pendapatan dan belanja dibanding negara lain, Indonesia masih memiliki potensi meningkatkan belanja dan pendapatannya.

"Dengan pendapatan dan belanja belum setinggi negara lain, kita punya potensi meningkatkan belanja kita. Ini mungkin kita harus cermati apa si potensi kelebihan Indonesia kedepan," Askolani menandaskan.

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya