Liputan6.com, Jakarta Bursa transfer tak selalu diisi dengan pembelian atau penjualan pemain secara permanen. Terkadang ada klub yang bersedia melepas atau mendatangkan pemain dengan status pinjaman.
Tak hanya bintang muda yang baru muncul, pemain berpengalaman pun banyak yang berganti klub hanya berstatus pinjaman.
Advertisement
Tapi, langkah pinjaman juga bisa menjadi titik balik bagi karier sang pemain, yang kemudian akhirnya menandatangani kontrak secara permanen untuk tim baru. Atau juga mereka kembali meraih sukses di klub asalnya.
Status mereka ini bisa membuat karier pemain kembali menjulang atau malah menghancurkannya. Sebagai contoh, David Beckham yang menghabiskan waktu singkat di Preston North End pada tahun 1994.
Ada juga Radamel Falcao, yang mungkin merupakan pinjaman terburuk sepanjang masa di Old Trafford (dan kemudian di Stamford Bridge). Berikut beberapa pemain pinjaman yang membuat dampak besar pada klub baru mereka.
James Rodriguez
James Rodriguez tiba di Real Madrid setelah tampil mengesankan di Piala Dunia bersama timnas Kolombia. Namun, kecemerlangan playmaker ini di tim ibukota Spanyol tidak berlanjut.
Selama memperkuat Madrid, James memang kurang bersinar karena tak mendapat kepercayaan di skuat inti. Di musim 2016/2017, James cuma tampil 33 kali dengan torehan 13 gol dan 11 assist. Dia punya 1.824 menit bermain atau rata-rata 55 menit.
James kemudian menghabiskan musim 2017/2018 sebagai pemain pinjaman di Bayern Munchen. James dipinjamkan selama dua musim hingga 2019 dengan biaya 5 juta euro per musim.
Bagi James kepindahannya ke Bayern nampaknya merupakan keputusan yang tepat dalam kariernya. Kini, dDia adalah bagian integral dari tim Bavarian di bawah Jupp Heynckes, setelah mencetak 2 gol dan 3 assist di Bundesliga.
Awalnya Jame memang masih harus berjuang untuk masuk tim inti saat Munchen ditangani Carlo Ancelotti. Tapi, setelah pelatih asal Italia itu dipecat, dia menjadi tim reguler pertama.
James tampil menawan baik di lini tengah maupun lini depan. Penampilannya yang cukup konsisten sepertinya membuat Munchen harus mempertimbangkan untuk membelinya secara permanen.