Liputan6.com, Jakarta: Front Pembela Islam (FPI) membuka pendaftaran mujahid untuk diberangkatkan ke Palestina, menyusul tindakan Israel yang mengisolasi pemimpin Palestina Yasser Arafat. Pendaftaran mujahid gelombang pertama ini ditujukan kepada laskar-laskar khusus FPI. Untuk itu, markas besar FPI menargetkan sekitar 300 orang laskar khusus akan diseleksi dan dilatih semimiliter untuk menghadapi situasi perang. Sedangkan pendaftaran untuk masyarakat umum yang berniat menjadi laskar jihad ke Palestina akan dibuka pada pertengahan April mendatang. Demikian penjelasan Koordinatror Lapangan Mabes FPI Taufik di Jakarta, Selasa (2/4) siang.
Sementara itu, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa atau KAMMI Jawa Timur mendatangi Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Jatim. Selain mengecam agresi Israel, mereka juga meminta AS bersikap adil terhadap rakyat Palestina. Aksi serupa juga dilakukan ratusan mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka mengecam penyerangan Israel dengan menggelar salat gaib dan doa bersama.(ZAQ/Tim Liputan 6 SCTV)
Sementara itu, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa atau KAMMI Jawa Timur mendatangi Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Jatim. Selain mengecam agresi Israel, mereka juga meminta AS bersikap adil terhadap rakyat Palestina. Aksi serupa juga dilakukan ratusan mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka mengecam penyerangan Israel dengan menggelar salat gaib dan doa bersama.(ZAQ/Tim Liputan 6 SCTV)