Liputan6.com, New York: Dana Moneter Internasional (IMF) telah merevisi prospek pertumbuhan ekonomi global yang semakin meningkat tahun ini. Kantor berita NHK mewartakan, Selasa (25/1), IMF memperkirakan tingkat pertumbuhan ekonomi global sebesar 4,4 persen. Naik 0,2 persen dari perkiraan dana sebelumnya.
Perkiraan IMF terbaru juga menyebutkan ekonomi AS akan tumbuh sebesar 3 persen tahun ini, naik 0,7 persen dari perkiraan dana pada Oktober silam. Kenaikan dana atribut terjadi akibat keputusan akhir tahun pemerintah AS. Dalam memperkenalkan langkah-langkah stimulus ekonomi, termasuk perluasan dari pemotongan pajak yang besar. Dana tersebut juga merevisi proyeksi peningkatan untuk tingkat pertumbuhan ekonomi Jepang, dari 1,5 persen menjadi 1,6 persen.
Pertumbuhan itu juga terjadi di Eropa Timur dan negara-negara Amerika Latin, dibandingkan dengan 3 bulan yang lalu. Tapi perkiraan dana untuk zona Euro tidak berubah, dengan kenaikan 1,5 persen. (NHK/ARI)
Perkiraan IMF terbaru juga menyebutkan ekonomi AS akan tumbuh sebesar 3 persen tahun ini, naik 0,7 persen dari perkiraan dana pada Oktober silam. Kenaikan dana atribut terjadi akibat keputusan akhir tahun pemerintah AS. Dalam memperkenalkan langkah-langkah stimulus ekonomi, termasuk perluasan dari pemotongan pajak yang besar. Dana tersebut juga merevisi proyeksi peningkatan untuk tingkat pertumbuhan ekonomi Jepang, dari 1,5 persen menjadi 1,6 persen.
Pertumbuhan itu juga terjadi di Eropa Timur dan negara-negara Amerika Latin, dibandingkan dengan 3 bulan yang lalu. Tapi perkiraan dana untuk zona Euro tidak berubah, dengan kenaikan 1,5 persen. (NHK/ARI)