KOLOM: Menanti Kesempurnaan Guardiola

Guardiola diharapkan bisa memberi prestasi untuk Manchester City seperti yang pernah dilakukannya di Bayern Munchen dan Barcelona.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 24 November 2017, 08:00 WIB
Kolom Bola Asep Ginanjar (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna. Namun, tetap saja, tiada manusia yang sempurna. Rasanya, siapa pun tak akan memungkiri hal ini. Semua manusia, setiap orang, pasti punya kekurangan yang membuatnya tak sempurna.

Meskipun demikian, adalah hal lumrah ketika kita berharap kesempurnaan dari seseorang. Kita tak henti menuntut kesempurnaan dari siapa saja. Entah itu pasangan hidup, anak, orang tua, atasan, bawahan, ataupun sahabat. Kita ingin mereka menjadi sosok seperti ideal yang ada di benak kita, sempurna sesuai keinginan kita.

Harapan akan kesempurnaan semakin menguat terhadap sosok-sosok yang dianggap hebat, luar biasa. Bukan hanya demi kepuasan kita, melainkan juga karena kita menganggap dia pantas memiliki hal itu.

Maka tak perlu heran ketika belakangan ini muncul harapan tinggi terhadap Manchester City untuk menjalani musim tanpa kekalahan. Man. City musim ini memang sungguh luar biasa. Permainan mereka oke, skuat mereka merata, nafsu membunuh mereka pun luar biasa. Mungkin hanya Paris Saint-Germain yang bisa menandingi mereka soal yang terakhir ini.

Lalu, jangan lupa, di belakang skuat Man. City saat ini ada Josep Guardiola. Dialah sang genius di dunia sepak bola. Dialah seseorang yang lahir sebagai pemenang dan penakluk dunia. Soal sepak bola, saat ini, tak ada yang setara dengan pria kelahiran Santpedor itu.

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola (kiri) memberikan arahan kepada Fernandinho pada sesi latihan tim di City Football Academy, Manchester, (20/11/2017). City akan melawan Feyenord ada grup F. (AFP/Oli Scarff)

Ada pelatih-pelatih lain yang juga sukses, tapi tak punya filosofi sepak bola sebaik Pep. Ada di antara mereka yang meraih trofi dengan menghalalkan segala cara, termasuk memarkir bus tingkat di depan gawang.

Ada pula pelatih-pelatih yang punya filosofi sepak bola bagus, tapi tak sesukses Pep Guardiola. Mereka boleh jadi genius soal taktik dan strategi, juga punya filosofi tersendiri. Namun, ada di antara mereka yang menjadi medioker saat berada di klub lain.

 

 

 


Prestasi Pelengkap

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola memberi intruksi ke para pemainnya saat bertanding melawan Arsenal pada lanjutan Liga Inggris di di Stadion Etihad, Inggris, (5/11). City menang atas Arsenal dengan skor 3-1. (Martin Rickett / PA via AP)

Sejak mencuat sebagai pelatih Barcelona pada 2008-09, Guardiola telah meraih segalanya. Dari gelar domestik, regional, hingga internasional sudah pernah dia raih. Bahkan, pada musim pertamanya sebagai pelatih profesional, dia merengkuh treble winners.

Lanjut Baca:

Kebesaran Guardiola bukan hanya soal piala. Dia juga besar karena filosofi sepak bola indahnya yang memesona. Dia menunjukkan cara paling ideal meraih piala, yakni dengan bermain indah, memanjakan mata para pemirsa, baik yang datang ke arena atau sekadar lewat layar kaca. Satu-satunya hal yang belum dicapai Guardiola adalah tak terkalahkan sepanjang musim. Dia nyaris melakukan hal itu pada musim pertamanya di Bayern Muenchen pada 2013-14. Namun, hal itu urung digapai karena Die Roten kalah dari FC Augsburg. Sekarang, harapan untuk melihat dia mewujudkan itu kembali merekah. Kiprah ciamik Man. City sejauh ini adalah dasarnya. Garth Crooks dan Martin Keown meyakini hal itu. Crooks menilai The Citizens saat ini memeragakan sepak bola terbaik sepanjang sejarah Premier League. Sementara itu, dalam pandangan Keown, karena Guardiola, Man. City saat ini adalah serial winner. Tekad untuk selalu menang itu pun sudah teruji. Saat menjamu Feyenoord pada matchday V Liga Champions lalu misalnya. Mereka tak putus asa membongkar pertahanan lawan dan akhirnya menuai gol kemenangan hanya dua menit jelang usai melalui eksekusi Raheem Sterling. Giovanni van Bronckhorst, pelatih Feyenoord, sangat yakin tak seorang pun di dunia ini yang tak menganggap Kevin De Bruyne cs. sebagai salah satu yang terbaik di dunia saat ini. Sebelumnya, Claude Puel, manajer Leicester City mengatakan, The Citizens adalah yang terbaik di Eropa. Sudah barang tentu, sebagai tim terbaik, The Citizens punya kemampuan melakukan hal istimewa. Tak terkecuali invincible, tak terkalahkan. Bukan cuma di Premier League seperti Arsenal pada 2003-04, melainkan di semua ajang yang diikuti musim ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya