Liputan6.com, Jakarta: Menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di bidang pembantu rumah tangga atau penata lakasana rumah tangga (PLRT) tidak identik dengan pekerjaan rendah. Bila lahan pekerjaan ini (PLRT) dijalani sebagai ibadah, disertai dengan kemauan keras untuk hijrah -- yakni meningkatkan pekerjaan yang lebih bermartabat -- tentu akan lebih mulia.
hal ini disampaikan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlidungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat, kepada calon TKI Saudi Arabia saat menjalani pelatihan di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN)di Jakarta Timur, Kamis (20/1). "Jadikanlah pekerjaan, apapun jenis dan bidang yang dijalani dengan cara benar serta halal, ini laksana 'sajadah panjang.' Jangan beranggapan menjadi TKI di bidang PLRT sebagai pekerjaan rendahan. Jika Anda bekerja dengan santun, benar, dan jujur, serta ada keinginan keras untuk hijrah atau mengubah diri menjadi pekerjaan yang lebih bermartabat, tentu akan lebih mulia lagi," ujar Jumhur.
Jumhur menjelaskan, sebagai PLRT yang melaksanakan pekerjaan menyapu, mencuci pakaian, memasak, membersihkan rumah, dan beragam jenis pekerjaan rumah lainnnya, sebetulnya sama halnya dengan pekerjaan yang lazimnya dijalani banyak orang. Jumhur kemudian memberikan contoh keberhasilan sosok Nuryati Solapari, mantan TKI PLRT di Saudi Arabia yang sekarang sukses sebagai Dosen dan Peniliti.
Sosok Nuryati ini, kata Jumhur berpesan, patut ditiru dan diikuti jejak suksesnya. "Kalau ditelusuri lebih jauh mengenai sukses yang digapainya, kuncinya adalah, adanya keinginan untuk mengubah diri atau hijrah kepada pekerjaan yang lebih meningkat dan bermartabat," kata Jumhur. Ia optimistis, di antara calon TKI PLRT ke Saudi Arabia yang ada dalam pelatihan ini ada yang bisa mengikuti jejak sukses Nuryati, bahkan mungkin melebihi. (BNP2TKI/ARI)
hal ini disampaikan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlidungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat, kepada calon TKI Saudi Arabia saat menjalani pelatihan di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN)di Jakarta Timur, Kamis (20/1). "Jadikanlah pekerjaan, apapun jenis dan bidang yang dijalani dengan cara benar serta halal, ini laksana 'sajadah panjang.' Jangan beranggapan menjadi TKI di bidang PLRT sebagai pekerjaan rendahan. Jika Anda bekerja dengan santun, benar, dan jujur, serta ada keinginan keras untuk hijrah atau mengubah diri menjadi pekerjaan yang lebih bermartabat, tentu akan lebih mulia lagi," ujar Jumhur.
Jumhur menjelaskan, sebagai PLRT yang melaksanakan pekerjaan menyapu, mencuci pakaian, memasak, membersihkan rumah, dan beragam jenis pekerjaan rumah lainnnya, sebetulnya sama halnya dengan pekerjaan yang lazimnya dijalani banyak orang. Jumhur kemudian memberikan contoh keberhasilan sosok Nuryati Solapari, mantan TKI PLRT di Saudi Arabia yang sekarang sukses sebagai Dosen dan Peniliti.
Sosok Nuryati ini, kata Jumhur berpesan, patut ditiru dan diikuti jejak suksesnya. "Kalau ditelusuri lebih jauh mengenai sukses yang digapainya, kuncinya adalah, adanya keinginan untuk mengubah diri atau hijrah kepada pekerjaan yang lebih meningkat dan bermartabat," kata Jumhur. Ia optimistis, di antara calon TKI PLRT ke Saudi Arabia yang ada dalam pelatihan ini ada yang bisa mengikuti jejak sukses Nuryati, bahkan mungkin melebihi. (BNP2TKI/ARI)