KOLOM: Tamparan Tuhan untuk Italia

Italia gagal ke Piala Dunia 2018 setelah kalah 0-1 secara agregat dari Swedia di babak play-off.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 17 November 2017, 08:00 WIB
Kolom Bola Asep Ginanjar (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta Tak ada Italia di Piala Dunia. Selama enam dekade, itu ibarat kemustahilan. Italia harus selalu ada di ajang sepak bola terakbar sejagat itu. Memang, Italia tidak seperti Brasil yang tak pernah absen. Namun, Italia adalah salah satu pemberi warna di Piala Dunia.

Bersama Jerman, Italia adalah kolektor empat gelar juara. Itu hanya kalah dari Brasil yang lima kali juara. Dalam deretan pemegang rekor di Piala Dunia juga ada orang-orang Italia. Sebut saja Vittorio Pozzo, Paolo Maldini, dan Alessandro Del Piero.

Timnas Italia juga menjadi pelaku dalam beberapa tonggak penting. Merekalah tim pertama yang mampu mempertahankan gelar. Mereka juga pionir pemakaian "pemain asing", oriundi. Lalu, jangan lupakan insiden Battle of Santiago dan tandukan Zinedine Zidane.

Jadi, sangat wajar bila banyak orang sedih, kecewa, dan menyayangkan Italia gagal ke Piala Dunia 2018. Mereka meratapi kemustahilan yang dihadirkan Tuhan di San Siro lewat rombongan pemain berkostum kuning dari Skandinavia. Tak kurang dari Joachim Loew, pelatih timnas Jerman, mengutarakan keprihatinannya. Padahal, siapa pun tahu, Italia itu bak nemesis bagi Jerman.

Akan tetapi, kiranya tidaklah sukar memahami kegagalan Italia. Mereka memang tidak pantas berada di Rusia. Tuhan, atau Dewa Sepak Bola, tak lagi mau menolong Gli Azzurri karena mereka kini memang tak perlu ditolong. Italia perlu ditampar agar bangun dari buaian kenangan masa lalu.

Gelandang Swedia Jakob Johansson (kedua kiri) merayakan gol bersama rekan setimnya saat melawan Italia dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 di Solna, Swedia (10/11). Timnas Italia takluk 0-1 dari Swedia. (AFP Photo/Soren Andersson)

Lanjut Baca:

Tuhan telah berkali-kali menolong Italia di Piala Dunia. Pada 1934 dan 1938, Dia mencegah Giuseppe Meazza dkk. dieksekusi Benito Mussolini. Dia biarkan Gli Azzurri berjaya bersama Vittorio Pozzo mesti dengan bantuan oriundi dan deretan kontroversi. Andai saja gagal juara di salah satu edisi itu, niscaya akan ada pesta pemenggalan kepala Meazza dkk. Tuhan juga menurunkan tangan-Nya saat [Italia](3164477 "") juara pada 1982 dan 2006. Dua gelar itu Dia berikan guna menghapus coreng dosa Totonero dan Calciopoli. Dengan Piala Dunia, harkat sepak bola Italia tetap terjaga di mata dunia. Berkat aksi Paolo Rossi dan Marco Materazzi, orang-orang pun sedikit melupakan Totonero dan Calciopoli. [vidio:](https://www.vidio.com/watch/1177777-buffon-pensiun-inilah-catatanya-bersama-timnas-italia)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya