Trump dan Putin Sepakat Tak Ada Solusi Militer atas Krisis Suriah

Trump dan Putin hanya bertemu singkat di sela-sela KTT APEC di Da Nang, Vietnam. Keduanya sepakat tak akan ada opsi militer atas Suriah.

oleh Khairisa Ferida diperbarui 12 Nov 2017, 13:21 WIB
Vladimir Putin dan Donald Trump berbincang disela-sela KTT APEC yang diadakan di Da Nang, Vietnam (11/11/2017). (AP Photo/Evan Vucci)(Jorge Silva/Pool Photo via AP)

Liputan6.com, Da Nang - Amerika Serikat dan Rusia merilis pernyataan bersama yang menyatakan bahwa tidak akan ada solusi militer di Suriah. Hal ini ditegaskan setelah terjadi pertemuan singkat antara Donald Trump dan Presiden Vladimir Putin di sela-sela KTT APEC di Vietnam.

Selama beberapa hari terakhir, publik dibuat bertanya-tanya apakah Trump dan Putin memiliki agenda pertemuan selama KTT APEC. Namun, Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders belakangan memastikan bahwa keduanya tidak akan bertatap muka secara resmi karena tidak ada kecocokan jadwal.

Pernyataan bersama yang dikeluarkan pejabat dari kedua negara menyebutkan bahwa Trump dan Putin telah membuat kemajuan dalam isu Suriah. Sejak enam tahun terakhir, negeri pimpinan Bashar al-Assad itu dilanda perang saudara.

AS dan Rusia mendukung faksi yang bermusuhan dalam perang tersebut. Dan selama ini, kesepakatan mengenai solusi menuju damai belum tercapai.

"Kedua presiden setuju bahwa tidak ada solusi militer atas konflik di Suriah," sebut pernyataan itu seraya menambahkan bahwa kedua belah pihak menegaskan tekad mereka untuk mengalahkan ISIS. Demikian seperti dikutip dari Telegraph pada Minggu (12/11/2017).

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk menjaga agar tidak saling bentrok dan mendesak agar pihak-pihak yang terlibat dalam perang, duduk bersama dalam perundingan yang dipimpin PBB di Jenewa.

Rusia telah terlibat dalam perang langsung di Suriah sejak tahun 2015 sebagai langkah konkret dalam mendukung rezim Assad melawan kelompok pemberontak yang didukung AS.

Baru-baru ini, militer Rusia menuding AS hanya "berpura-pura" melawan ISIS di Irak dan menghalangi serangan yang didukung Rusia di Suriah timur. Namun, dalam pernyataan bersama, kedua pihak mengungkapkan kepuasan mereka atas upaya mencegah insiden antarpasukan di Suriah.

"Kedua presiden menegaskan komitmen mereka terhadap kedaulatan, persatuan, kemerdekaan, integritas teritorial dan karakter nonsektarian Suriah," ujar pernyataan bersama AS dan Rusia.

Menurut pejabat senior Kementerian Luar Negeri, pernyataan bersama ini merupakan hasil dari "diskusi berbulan-bulan yang cukup intens" dan difinalisasi di KTT APEC antar para diplomat.

Salah seorang pejabat mengungkapkan bahwa pernyataan bersama ini mewakili komitmen tegas Rusia terhadap proses perdamaian yang didukung oleh PBB.

"Kami sangat jelas bahwa tidak akan ada bantuan rekonstruksi di Suriah sampai ada proses politik yang bergerak," tutur pejabat tersebut.

Utusan PBB untuk Suriah mengumumkan bahwa putaran perundingan baru dijadwalkan akan berlangsung di Jenewa pada 28 November. Sebelumnya, rezim Assad dan oposisi Suriah telah bertemu dalam tujuh sesi, tapi semuanya gagal mencapai kata sepakat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya