Liputan6.com, Sleman: Korban letusan Gunung Merapi yang telah menempati shelter atau hunian sementara di Dusun Plosokerep, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, mengeluhkan belum adanya aliran listrik. Mereka terpaksa menggunakan lampu minyak tanah (teplok) untuk penerangan pada malam hari.
Hunian sementara sudah ditempati warga asal Dusun Kinahrejo sejak tiga hari lalu. Meski hampir semua instalasi listrik telah terpasang, hingga kini aliran listrik dari PLN di kawasan ini belum juga menyala. Sekitar seratus kepala keluarga yang sudah menempati shelter resah dengan kondisi ini.
Sementara itu pihak PLN berjanji untuk segera mengaliri listrik di shelter-shelter yang sudah ditempati warga. PLN berdalih saat ini listrik belum menyala karena masih tahap pembangunan istalasi. Selain listrik, penghuni shelter dihadapkan dengan masalah keruhnya air.(JUM)
Hunian sementara sudah ditempati warga asal Dusun Kinahrejo sejak tiga hari lalu. Meski hampir semua instalasi listrik telah terpasang, hingga kini aliran listrik dari PLN di kawasan ini belum juga menyala. Sekitar seratus kepala keluarga yang sudah menempati shelter resah dengan kondisi ini.
Sementara itu pihak PLN berjanji untuk segera mengaliri listrik di shelter-shelter yang sudah ditempati warga. PLN berdalih saat ini listrik belum menyala karena masih tahap pembangunan istalasi. Selain listrik, penghuni shelter dihadapkan dengan masalah keruhnya air.(JUM)