Liputan6.com, Temanggung: Tak seperti biasanya, Alun-alun Temanggung, Jawa Tengah, Ahad (2/1) pagi, ramai dikunjungi warga. Terutama, para orangtua yang mengajak anak-anak mereka mengisi liburan Tahun Baru. Praktis, tempat ini menjadi objek wisata dadakan.
Para orangtua mengaku memilih Alun-alun Temanggung untuk dijadikan tempat wisata karena selain tidak perlu menempuh jarak jauh, anak-anak mereka bisa menikmati aneka mainan dengan biaya yang relatif murah.
Eny Giyarti, misalnya, mengaku hanya cukup merogoh kocek Rp 3.000 sudah bisa menyenangkan anak-anaknya untuk naik becak mini keliling alun-alun sampai puas. Ia berharap ke depan semakin ditingkatkan dan dijaga kebersihannya agar alun-alun tetap indah.
Hal senada diungkapkan Maryudi. Ayah dua anak ini mengaku lebih condong memilih alun-alun sebagai tempat wisata karena bisa lebih mengirit ongkos. Pun demikian pendapat Bagus. Siswa sekolah dasar yang tengah mengisi liburan pergantian tahun mengaku senang berwisata di Alun-alun Temanggung karena mainannya komplit dan murah meriah.
Adapun bagi seorang pengusaha mainan anak-anak, Midi Kepatihan, keramaian ini justru membawa berkah tersendiri. Jika hari-hari biasa dengan berbagai fasilitas yang ada seperti becak mini, mobil-mobilan, kuda putar, dan mandi bola hanya mendapat Rp 50 ribu, kini keuntungannya naik hingga 300 persen. Ia mengaku selama liburan Tahun Baru ini, dalam sehari bisa mengantongi Rp 200 ribu.(BJK/ANS)
Para orangtua mengaku memilih Alun-alun Temanggung untuk dijadikan tempat wisata karena selain tidak perlu menempuh jarak jauh, anak-anak mereka bisa menikmati aneka mainan dengan biaya yang relatif murah.
Eny Giyarti, misalnya, mengaku hanya cukup merogoh kocek Rp 3.000 sudah bisa menyenangkan anak-anaknya untuk naik becak mini keliling alun-alun sampai puas. Ia berharap ke depan semakin ditingkatkan dan dijaga kebersihannya agar alun-alun tetap indah.
Hal senada diungkapkan Maryudi. Ayah dua anak ini mengaku lebih condong memilih alun-alun sebagai tempat wisata karena bisa lebih mengirit ongkos. Pun demikian pendapat Bagus. Siswa sekolah dasar yang tengah mengisi liburan pergantian tahun mengaku senang berwisata di Alun-alun Temanggung karena mainannya komplit dan murah meriah.
Adapun bagi seorang pengusaha mainan anak-anak, Midi Kepatihan, keramaian ini justru membawa berkah tersendiri. Jika hari-hari biasa dengan berbagai fasilitas yang ada seperti becak mini, mobil-mobilan, kuda putar, dan mandi bola hanya mendapat Rp 50 ribu, kini keuntungannya naik hingga 300 persen. Ia mengaku selama liburan Tahun Baru ini, dalam sehari bisa mengantongi Rp 200 ribu.(BJK/ANS)