Demo Keistimewaan Merembet ke Solo

Kraton Solo dan pendukungnya berdemo menuntut pengembalian status daerah istimewa Surakarta. Pihak Kraton Solo menilai pemerintah tidak paham hak keistimewaan Surakarta dan Yogyakarta sehingga membiarkan status itu dicabut.

oleh Liputan6Diterbitkan 27 Desember 2010, 23:21 WIB
Liputan6.com, Solo: Keluarga Kraton Solo serta pendukungnya berdemo di pergelaran kraton setempat menuntut pengembalian status daerah istimewa Surakarta. Demo ini diawali dengan arak-arakan berbagai prajurit dan abdi dalem kraton menuju pergelaran dengan mengusung berbagai alat musik dan spanduk, Senin (27/12).

Tak tanggung-tanggun, demo ini dipimpin langsung kerabat kraton yang juga politisi Partai Demokrat, GRAy Kus Murtiyah atau Gusti Mung. Menurutnya, selama ini pemerintah pusat, tokoh politik, pakar hukum, sejarawan, dan juga budayawan, tidak memahami secara menyeluruh persoalan yang mendasari dicabutnya status Daerah Istimewa Surakarta saat itu.

Pembekuan oleh Presiden Soekarno kala itu hanya bersifat sementara karena situasi tidak kondusif. Pemerintah saat itu menjanjikan Daerah Istimewa Surakarta akan dibentuk kembali jika situasi sudah memungkinkan. Kendati, hal itu hingga kini tak juga dilakukan.

Menurut Gusti Mung, permasalahan ini merupakan hak Kraton Solo yang saat kemerdekaan merupakan negara berdaulat yang kemudian menyatakan diri sebagai bagian dari NKRI dalam bentuk daerah istimewa.(ASW/Vin)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya